kondusif.inewsciamis.com/- Sebuah insiden tragis terjadi di Jalan Raya Serang-Pandeglang, Baros, Kabupaten Serang, pada Sabtu (1/2/2025). Seorang bocah berusia enam tahun, berinisial MS, tewas setelah terlindas bus yang melintas. Dalam insiden itu, korban diduga sedang merekam video bus yang membunyikan klakson “telolet” saat kejadian berlangsung. Nahasnya, tragedi berburu telolet di Serang tersebut sempat terekam oleh video amatir seseorang yang juga sedang mengabadikan bus telolet sehingga menjadi viral di sosial media.
Kronologi Tragedi berburu telolet di Serang

Berdasarkan informasi yang beredar, MS bersama seorang remaja berinisial AM (16) berburu momen klakson telolet.
Mereka berdua mengendarai sepeda motor dan berusaha merekam suara khas bus tersebut. Namun, dalam perjalanan, AM kehilangan kendali atas sepeda motornya dan menabrak sebuah tiang di tepi jalan.
Akibat benturan tersebut, MS terpental ke tengah jalan, tepat saat sebuah bus melintas. Nahas, bocah tersebut langsung terlindas dan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Sementara itu, AM terluka, lalu petugas dan warga segera membawanya ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.
Fenomena Telolet dan Bahayanya
Fenomena “Om Telolet Om” sempat viral beberapa tahun lalu dan masih populer di kalangan anak-anak hingga remaja. Banyak dari mereka rela berdiri di pinggir jalan atau bahkan mengejar bus hanya untuk mendapatkan suara klakson unik tersebut.
Sayangnya, banyak orang melakukan aktivitas ini tanpa memperhatikan keselamatan, sehingga mereka meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.
Kejadian serupa bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, insiden fatal akibat berburu klakson telolet juga pernah terjadi di beberapa daerah lain, termasuk di Pelabuhan Merak pada Maret 2024.
Dalam peristiwa tersebut, seorang bocah berusia lima tahun tewas setelah berlari di samping bus yang sedang berjalan.
Pentingnya Kesadaran Keselamatan
Insiden yang menimpa MS kembali menjadi pengingat bagi masyarakat, terutama orang tua, untuk lebih waspada terhadap aktivitas anak-anak di sekitar jalan raya.
Selain itu, orang tua dan pihak berwenang perlu terus meningkatkan edukasi tentang keselamatan berlalu lintas agar anak-anak memahami bahaya bermain di area jalan raya.
Ketika kesadaran dan pengawasan meningkat, masyarakat dapat mencegah kejadian serupa terjadi di masa mendatang.
Anak-anak yang ingin berburu telolet sebaiknya mencari cara yang lebih aman agar tidak membahayakan nyawa mereka.






