banner 728x250

Proses Drawing Liga 4 Tuai Kecurigaan, Netizen Ramai Soroti Dugaan Kecurangan

banner 120x600
banner 468x60

kondusif.inewsciamis.com/, Drawing Liga 4 Indonesia menuai sorotan usai munculnya video viral yang memperlihatkan dugaan ketidakwajaran dalam proses pengundian grup. Dalam potongan video yang beredar luas di media sosial, tampak salah satu panitia tidak mengambil kertas undian dari bola transparan seperti semestinya, melainkan dari bawah meja, sehingga memicu spekulasi adanya pengaturan hasil.

Kejadian ini terjadi saat drawing liga 4 grup N, yang antara lain diisi oleh Persewangi Banyuwangi dan tim-tim regional lainnya.

banner 325x300

Aksi tersebut terekam dalam siaran langsung pengundian dan langsung memicu kecurigaan dari berbagai kalangan, termasuk para pecinta sepak bola di media sosial.

Warganet pun ramai-ramai menanggapi insiden ini di berbagai platform, terutama Instagram dan X (dulu Twitter).

Beberapa komentar menyebut kejadian ini sebagai “luka lama yang kembali terulang” dalam tata kelola sepak bola Indonesia.

Ada pula yang menyatakan, “Kalau undian aja bisa diatur, bagaimana kita bisa percaya kompetisinya fair?”

Salah satu akun menyindir,“Mau sampai kapan sepak bola kita begini terus? Giliran grassroots dikasih kesempatan, eh malah main curang.”

Banyak pula yang menuntut agar PSSI segera melakukan undian ulang dan menyelidiki secara serius siapa pihak yang bertanggung jawab.

Di tengah sorotan ini, publik juga menyoroti sosok yang diduga menjadi pelaku dalam video, yaitu seorang tokoh yang memegang jabatan strategis di federasi sekaligus terafiliasi dengan klub peserta.

Menanggapi kegaduhan ini, Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyatakan pihaknya tidak akan tinggal diam dan menyayangkan hal tersebut.

“Kami sangat menyayangkan kejadian tersebut. Integritas sepak bola nasional harus dijaga dari semua level. Kami akan memastikan investigasi dilakukan dan undian ulang dilakukan secara terbuka dan adil,” kata dia, dalam keterangan resmi.

Erick juga menegaskan pentingnya membangun kepercayaan publik terhadap tata kelola sepak bola di Indonesia.

“Jangan biarkan hal-hal seperti ini merusak semangat kompetisi dan pembinaan di level akar rumput,” pungkasnya.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *