banner 728x250

Waspada Penipuan! Nama Kepala Dinas PUPRP Ciamis Dicatut di WhatsApp

banner 120x600
banner 468x60

Ciamis, KONDUSIF – Modus penipuan dengan mencatut nama pejabat kembali terjadi di Kabupaten Ciamis. Kali ini, pelaku menggunakan akun WhatsApp palsu dengan foto profil Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Pertanahan (PUPRP) Ciamis, Dr. H. Taufik Gumelar, S.T., M.M. untuk mencoba mengelabui masyarakat.

Informasi penipuan ini pertama kali mencuat di grup WhatsApp, hingga akhirnya menjadi perhatian Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Ciamis, Hendri Ridwansyah. Ia pun segera mengambil inisiatif untuk membuat imbauan resmi agar masyarakat tidak terkena modus penipuan oleh oknum yang mengatasnamakan Kepala Dinas PUPRP.

banner 325x300

Hoaks yang Mengatasnamakan Pejabat

Akun WhatsApp palsu dengan foto profil Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Pertanahan (PUPRP) Ciamis, Dr. H. Taufik Gumelar, S.T., M.M. Gambar : Istimewa.

Hendri menegaskan bahwa informasi yang beredar tersebut adalah hoaks, dan diduga itu adalah modus penipuan.

"Saya melihat informasi ini di grup WhatsApp. Lantas, saya berinisiatif membuat gambar informasi untuk mewanti-wanti masyarakat bahwa kalau ada yang mengatasnamakan Kepala Dinas PUPRP, itu hoaks," kata Hendri kepada kondusif.inewsciamis.com/ melalui pesan WhatsApp Jum'at (21/3/2025).

Ia juga menekankan bahwa Diskominfo Ciamis tidak pernah menerima permintaan resmi dari Kepala Dinas PUPRP untuk menyebarkan informasi tersebut.

"Tidak ada request dari beliau ke Diskominfo untuk informasi itu. Tapi ini inisiatif kita supaya masyarakat lebih waspada terhadap penipuan," ujarnya.

Masyarakat Diminta Lebih Hati-Hati terhadap Penipuan

Dengan adanya kasus ini, masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati jika menerima pesan dari nomor tak dikenal yang mengaku sebagai pejabat pemerintah. Jika menemui kasus serupa, Hendri mengajak masyarakat untuk segera melaporkan ke pihak berwenang agar tidak ada korban yang tertipu.

Diskominfo Ciamis sendiri terus berupaya melawan penyebaran hoaks dan penipuan digital dengan memberikan edukasi kepada masyarakat.

“Kami akan terus mengawal informasi publik agar warga tidak mudah tertipu oleh modus-modus seperti ini,” tutup Hendri.

Dengan semakin canggihnya teknologi, kesadaran masyarakat dalam memilah informasi menjadi kunci utama agar terhindar dari berbagai bentuk penipuan digital.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *