Ciamis,kondusif.inewsciamis.com/–Sore mulai turun di Jalan Pemuda, Ciamis. Suara minyak mendesis dan aroma ayam goreng menguar dari balik gerobak sederhana di depan Kantor Kelurahan Ciamis.
Di balik kepulan asap itu, ada sosok perempuan berusia 60 tahun yang setiap hari setia menyiapkan menu yang selalu dinanti banyak orang: bacil dan ayam goreng sambal khas.
Namanya Teti Sumiati. Warga Ciamis mengenalnya sebagai penjual bacil legendaris yang tak pernah sepi pembeli.
Gerobaknya mungkin sederhana, tapi antrian pembeli yang mengular setiap sore adalah bukti bahwa rasa dan kejujuran dalam berdagang akan selalu menemukan tempat di hati siapa pun.
“Yang paling dicari itu bacil sama ayam goreng. Banyak yang bilang sambalnya bikin nagih,” tutur Bu Teti, tersenyum di sela tangannya yang terus menggoreng tanpa henti, saat diwawancara, Sabtu (21/6/2025) malam.
Kemudian, jam bukanya dari pukul 16.00 hingga 23.00 WIB, tapi tak jarang sebelum malam benar-benar larut, dagangannya sudah ludes.
Lebih lanjut, dalam sehari, ia bisa meraup omzet rata-rata Rp1,5 juta. Jumlah yang tak sedikit untuk usaha kuliner rumahan.
Namun, yang lebih berharga dari itu adalah loyalitas pembelinya.
Tak hanya warga lokal, penggemar bacil dan ayam goreng Bu Teti datang dari luar kota seperti Kuningan dan Tasikmalaya.
Mereka juga rela menempuh jarak jauh hanya demi menikmati seporsi bacil hangat berpadu dengan sambal yang pedasnya pas di lidah.
Bacil Legendaris, Menu yang dijajakan pun lengkap dan merakyat
Pertama, menu favorit bacil: Rp5.000
Lalu, ayam goreng: Rp8.000
Selanjutnya, ada usus dan kepala ayam: Rp3.000
Kemudian, pepes ayam/ikan: Rp12.000
Terkahir, nasi timbel: Rp3.000
“Mudah-mudahan usahanya terus lancar. Saya pengin nambah modal dan buka cabang kecil-kecilan, biar makin banyak yang bisa ngerasain,” harapnya.
Tak banyak yang tahu, sebelum ramai seperti sekarang, Bu Teti pernah melalui masa-masa sulit.
Namun, dengan tekad dan rasa percaya pada rezeki yang halal, ia terus bertahan. Kini, sambalnya yang khas menjadi alasan mengapa orang terus datang dan kembali.
Selain itu, di tengah riuhnya kuliner kekinian, rasa rumahan yang ditawarkan Bu Teti justru jadi magnet utama.
Dengan demikian, tak heran, gerobak kecil di depan Kelurahan Ciamis ini tak sekadar tempat jualan.
Ia juga telah menjadi saksi perjuangan hidup dan bukti bahwa cita rasa, ketulusan, dan konsistensi adalah resep terbaik dalam setiap usaha.






