Strategi ini terbukti ampuh. Peserta yang terdiri dari pemilih pemula hingga tokoh agama nampak betah duduk menyimak hingga acara usai.
Terlebih lagi, lokasi acara berada di pelosok yang jauh dari pusat kota, sehingga kehadiran hiburan sekaligus edukasi ini menjadi oase tersendiri bagi warga.
Ubah Paradigma Pemilih Pasif
Sementara itu, Kepala Bidang Poldagri dan Ormas Kesbangpol Ciamis, Maman Suryaman, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan mengubah mentalitas masyarakat.
Pihaknya ingin menggeser paradigma dari pemilih yang semula pasif menjadi warga negara yang aktif dan kritis.
”Kita ingin melestarikan identitas kebangsaan sekaligus menanamkan nilai-nilai karakter bangsa melalui seni budaya. Jadi, belajarnya dapat, lestarikan budayanya juga dapat,” tutur Maman.
Senada dengan itu, Sekda Kabupaten Ciamis Dr. H. Andang Firman T melalui sambutan tertulisnya berpesan agar warga Desa Kaso tidak sekadar menjadi penonton dalam proses demokrasi.
Ia mendorong masyarakat untuk melek literasi politik agar tidak mudah termakan hoaks yang kerap memecah belah.
Melalui kolaborasi unik ini, Pemkab Ciamis berharap warga Tambaksari pulang tidak hanya membawa kenangan lucu dari aksi Si Cepot, tetapi juga membawa prinsip politik yang bersih dan berintegritas untuk masa depan daerah.


















