kondusif.inewsciamis.com/,- Tren penggunaan media sosial di Indonesia mengalami pergeseran signifikan. Data terbaru yang dibagikan akun Instagram @goodstats.id menunjukkan, jumlah pengguna TikTok di Indonesia mengalami penurunan tajam pada periode 2024–2025, sementara beberapa platform lain justru mencatatkan pertumbuhan yang cukup pesat.
Dalam laporan yang bersumber dari DataReportal tersebut, jumlah pengguna media sosial di Indonesia pada Januari 2025 tercatat mencapai 143 juta orang, setara dengan 50,2 persen dari total populasi.
Angka ini mengalami kenaikan sekitar 4 juta pengguna dibandingkan tahun sebelumnya, atau tumbuh sebesar 2,9 persen.
Namun, di tengah pertumbuhan total pengguna media sosial, TikTok justru menjadi platform yang paling merasakan dampak penurunan.
Sepanjang 2024 hingga awal 2025, pengguna TikTok di Indonesia turun sebanyak 19,1 juta orang atau sekitar 15,1 persen, sehingga kini tersisa 108 juta pengguna.
Facebook dan LinkedIn Mengalami Kenaikan
Berbanding terbalik dengan TikTok, platform media sosial lain justru berhasil mencatatkan peningkatan jumlah pengguna.
Facebook misalnya, naik 4,0 persen dengan total 122 juta pengguna pada awal 2025.
Sementara itu, YouTube tetap menjadi raksasa dengan 143 juta pengguna, bertumbuh 2,9 persen dari tahun sebelumnya.
Yang paling mengejutkan adalah lonjakan pengguna LinkedIn, yang tumbuh 26,9 persen hingga mencapai 33 juta pengguna di Indonesia.
Pertumbuhan ini disebut paling tinggi dibandingkan platform media sosial lainnya, menandakan semakin banyak masyarakat yang memanfaatkan LinkedIn sebagai wadah profesional untuk membangun jejaring kerja dan mencari peluang karier.
Instagram pun masih menunjukkan daya tariknya dengan mencatatkan pertumbuhan 2,5 persen, sehingga jumlah pengguna mencapai 103 juta.
Sementara itu, X (Twitter) juga turut bertumbuh meski relatif kecil, yakni 1,9 persen menjadi 25,2 juta pengguna.
Messenger dan Snapchat Turun
Selain TikTok, platform lain yang mengalami penurunan cukup signifikan adalah Messenger dan Snapchat.
Messenger kehilangan 7,7 persen pengguna dengan jumlah kini hanya 25,6 juta.
Sementara Snapchat anjlok 17,5 persen, menyisakan hanya 1,69 juta pengguna di Indonesia.
Pergeseran Tren Media Sosial
Melansir data yang diunggah @goodstats.id, pergeseran ini menunjukkan bahwa perilaku masyarakat Indonesia dalam menggunakan media sosial mengalami perubahan yang cukup dinamis.
Meski TikTok sempat menjadi salah satu platform dengan pertumbuhan tercepat dalam beberapa tahun terakhir, tren terbaru memperlihatkan adanya penurunan ketertarikan pengguna.
Sebaliknya, LinkedIn menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia kini semakin sadar pentingnya membangun jaringan profesional di dunia digital.
Facebook dan YouTube pun masih mempertahankan posisinya sebagai platform besar dengan basis pengguna yang sangat kuat.
Perubahan pola ini menjadi catatan penting bagi para penggiat industri digital, pelaku usaha, hingga pembuat konten.
Platform yang dulunya sangat dominan bisa mengalami penurunan dalam waktu singkat, sementara platform lain justru mendapat momentum untuk berkembang.


















