banner 728x250

Pak Nardi dan Rumah Impian yang Lahir dari Hati-Hati Tulus

banner 120x600
banner 468x60

Ciamis,kondusif.inewsciamis.com/, Di sudut kecil Dusun Cisaar, Desa Kertahayu, Kecamatan Pamarican, berdiri sebuah rumah yang hampir roboh. Dindingnya anyaman bambu yang usang, atapnya bocor, lantainya tanah. Di sanalah Pak Nardi, seorang buruh harian lepas, menjalani hidupnya sendirian. Istrinya telah tiada, keluarganya tak banyak, dan penghasilannya pas-pasan.

Hidup Pak Nardi selama ini seperti tak terlihat. Ia tinggal di rumah peninggalan orang tuanya yang sudah tak layak huni.

banner 325x300

Tidak ada kamar tidur layak, tak ada dapur, bahkan untuk kebutuhan dasar pun ia kesulitan. Tapi ia bertahan. Dengan sisa tenaga dan harapan.

Kondisi rumah Pak Nardi penerima bantuan rutilahu Baznas Ciamis
Kondisi rumah Pak Nardi penerima bantuan rutilahu Baznas Ciamis

Bantuan Baznas Ciamis

Kondisi inilah yang akhirnya menyentuh hati Baznas Kabupaten Ciamis.

Melalui program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu), Baznas tak hanya datang membawa bantuan dana, tetapi juga membawa kepedulian.

“Setelah kami melihat langsung kondisinya, kami sepakat ini tidak bisa dibiarkan. Pak Nardi harus dibantu. Tapi bukan hanya dengan uang, kami ingin membangkitkan gotong royong warga juga,” ujar Ketua Baznas Ciamis, H. Lili Miftah.

Baznas memberikan bantuan senilai Rp10 juta. Memang tidak cukup untuk membangun rumah layak sepenuhnya.

Tapi kemudian terjadi hal yang lebih besar, warga sekitar ikut turun tangan. Kepala desa, RT, RW, tetangga sekitar membentuk panitia kecil untuk membangun rumah baru bagi Pak Nardi.

Lahan tempat rumah baru itu berdiri pun datang dari kebaikan hati saudara Pak Nardi yang menghibahkan tanahnya.

“Ini bukan sekadar pembangunan fisik. Ini pembuktian bahwa sedekah kecil bisa melahirkan keajaiban, bahwa solidaritas masih hidup,” lanjut H. Lili.

Kini, rumah Pak Nardi sedang dalam proses pembangunan. Untuk pertama kalinya sejak lama, ia merasa tidak sendiri. Ia merasa dilihat. Ia merasa dihargai.

“Semoga setelah rumahnya selesai, kita bisa bantu kebutuhan lainnya, seperti dapur, alat masak, atau kebutuhan dasar lainnya. Kita tidak akan lepas tangan,” janji H. Lili.

Kisah Pak Nardi menjadi pengingat bagi kita semua, bahwa bantuan tak harus besar untuk bisa berdampak.

Kadang, cukup dengan hadir dan peduli, hidup seseorang bisa berubah.

Dan di Ciamis, kebaikan itu sedang bekerjadari tangan-tangan yang tak pernah lelah memberi.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *