banner 728x250

Mengenal Gastritis Erosif: Penyebab, Gejala, hingga Cara Mengatasinya

banner 120x600
banner 468x60

Apa Itu Gastritis Erosif?

kondusif.inewsciamis.com/,- Gastritis erosif adalah salah satu jenis peradangan pada lambung yang ditandai dengan adanya iritasi, luka dangkal, atau erosi pada lapisan mukosa lambung. Kondisi ini berbeda dengan gastritis biasa karena selain peradangan, sudah ada kerusakan jaringan berupa goresan atau luka kecil di dinding lambung. Jika tidak ditangani, gastritis erosif dapat menimbulkan komplikasi seperti perdarahan lambung hingga tukak.

Penyakit ini sering kali bersifat akut, muncul tiba-tiba, dan menimbulkan gejala yang cukup mengganggu.

banner 325x300

Namun, dalam beberapa kasus, gastritis erosif juga bisa berkembang secara kronis sehingga pasien tidak menyadari sampai gejalanya semakin parah.

Penyebab

Ada banyak faktor yang bisa menyebabkan lapisan lambung mengalami erosi. Beberapa penyebab utama antara lain.

1. Penggunaan Obat Anti-Inflamasi Nonsteroid (OAINS)

Obat seperti ibuprofen, aspirin, atau naproxen jika digunakan dalam jangka panjang dapat juga merusak lapisan pelindung lambung sehingga menimbulkan iritasi dan luka.

2. Konsumsi Alkohol Berlebihan

Alkohol juga bersifat korosif terhadap mukosa lambung. Konsumsi berlebih dalam jangka waktu lama menjadi salah satu pemicu utama gastritis erosif.

3. Infeksi Bakteri Helicobacter pylori (H. pylori)

Bakteri ini juga sering menjadi penyebab gastritis dan tukak lambung. H. pylori melemahkan lapisan pelindung lambung sehingga mudah mengalami kerusakan.

4. Stres Fisik Berat

Kemudian, cedera serius, luka bakar, atau pasca operasi besar dapat meningkatkan risiko gastritis erosif, kondisi ini dikenal sebagai stress-induced gastritis.

5. Refluks Empedu

Aliran balik empedu ke dalam lambung juga bisa menyebabkan iritasi dan erosi pada dinding lambung.

Gejala Gastritis Erosif

Gejala yang dialami penderita bisa berbeda-beda. Beberapa tanda yang umum muncul adalah.

Nyeri atau perih pada ulu hati, rasa terbakar di perut bagian atas, mual dan muntah, nafsu makan menurun.

Kemudian, muntah darah atau tinja berwarna hitam (menandakan perdarahan) dan kembung dan sering bersendawa.

Pada kasus ringan, gejala juga mungkin hanya berupa ketidaknyamanan di perut.

Namun pada kondisi parah, perdarahan lambung bisa menjadi gejala yang mengancam nyawa.

Cara Mendiagnosis Gastritis Erosif

Dokter biasanya melakukan beberapa pemeriksaan untuk memastikan diagnosis, seperti.

Melakukan Endoskopi lambung, untuk melihat langsung kondisi dinding lambung.

Kemudian, tes darah, guna memeriksa adanya anemia akibat perdarahan.

Selain itu, tes feses, untuk mendeteksi perdarahan tersembunyi.

Lalu, melakukan tes H. pylori, baik melalui napas, feses, atau biopsi.

Pengobatan

Pengobatan dilakukan berdasarkan penyebab dan tingkat keparahan. Beberapa langkah medis yang umum diberikan adalah.

1. Obat penekan asam lambung

Seperti proton pump inhibitor (PPI) atau H2 blocker, guna mengurangi produksi asam.

2. Obat pelindung mukosa

Misalnya sukralfat, untuk membantu melapisi dan melindungi lambung.

3. Antibiotik

Jika penyebabnya infeksi H. pylori, dokter akan memberikan kombinasi antibiotik.

4. Hentikan pemicu

Mengurangi atau menghentikan konsumsi OAINS, alkohol, serta makanan yang terlalu pedas dan asam.

5. Penanganan darurat

Pada kasus perdarahan berat, mungkin diperlukan rawat inap bahkan tindakan endoskopi atau operasi.

Pencegahan Gastritis Erosif

Mencegah gastritis erosif bisa dilakukan dengan perubahan gaya hidup sehari-hari, di antaranya.

Mengurangi konsumsi alkohol, menghindari penggunaan obat OAINS tanpa pengawasan dokter.

Kemudian, mengelola stres dengan baik.

Makan dengan pola teratur, hindari makanan pedas, asam, dan berlemak berlebihan

Lalu, menjalani pemeriksaan rutin jika memiliki riwayat penyakit lambung.

Gastritis erosif adalah peradangan pada lambung yang disertai kerusakan jaringan berupa erosi atau luka pada mukosa lambung.

Kondisi ini dapat dipicu oleh obat-obatan, alkohol, stres fisik, infeksi H. pylori, hingga refluks empedu. Gejalanya bervariasi, mulai dari nyeri perut hingga muntah darah pada kasus berat.

Penanganan yang tepat melalui pengobatan medis, perubahan gaya hidup, serta pencegahan sejak dini sangat penting untuk menghindari komplikasi serius.

Jika mengalami gejala, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis agar mendapat diagnosis dan terapi yang sesuai.

 

Berbagai Sumber

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *