Ciamis,kondusif.inewsciamis.com/,– Keutamaan Zakat fitrah merupakan kewajiban bagi setiap Muslim yang mampu, baik laki-laki maupun perempuan, tua maupun muda. Bahkan bayi yang lahir sebelum matahari terbenam di akhir Ramadhan wajib dizakati.
Dasar kewajiban ini bersumber dari Al-Qur’an dan hadis Nabi Muhammad ﷺ. Allah SWT berfirman:
“Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan zakat), dan mengingat nama Tuhannya lalu dia salat.” (QS. Al-A’la: 14-15)
Rasulullah ﷺ juga bersabda:
“Rasulullah mewajibkan zakat fitrah sebagai penyucian bagi orang yang berpuasa dari perbuatan sia-sia dan perkataan kotor, serta sebagai makanan bagi orang miskin. Barang siapa yang menunaikannya sebelum salat Id, maka zakatnya diterima. Barang siapa yang menunaikannya setelah salat Id, maka itu hanya dianggap sebagai sedekah biasa.” (HR. Abu Dawud & Ibnu Majah)
Menurut Ustaz Muhammad Rifai, zakat fitrah adalah penyempurna ibadah puasa yang membersihkan diri dari kekurangan selama Ramadhan.
“Zakat fitrah juga memastikan kebahagiaan bagi kaum miskin di hari raya,” jelasnya.
Syarat Wajib Zakat Fitrah
Ustaz Rifai menjelaskan bahwa ada empat syarat wajib zakat fitrah yang telah disepakati para ulama fiqih.
Pertama, Islam. Zakat fitrah hanya diwajibkan bagi seorang Muslim.
Kedua, memiliki kelebihan harta. Orang yang memiliki makanan pokok lebih dari kebutuhan diri dan keluarganya wajib membayar zakat fitrah.
Ketiga, masih hidup di akhir Ramadhan. Orang yang meninggal sebelum matahari terbenam di hari terakhir Ramadhan tidak wajib membayar zakat fitrah.
Keempat, mampu membayar. Zakat fitrah diwajibkan kepada orang yang mampu, baik untuk dirinya sendiri maupun tanggungannya.
Waktu Pembayaran
Dalam kitab-kitab fiqih klasik seperti Safinatun Najah, Fathul Mu’in, dan Kitab At-Taqrib, waktu pembayaran zakat fitrah dibagi menjadi lima kategori.
1. Waktu wajib – Saat matahari terbenam di malam Idul Fitri.
2. Waktu utama (afdhal) – Sejak terbit fajar hingga sebelum salat Idul Fitri.
3. Waktu mubah – Sejak awal Ramadhan hingga sebelum salat Id.
4. Waktu makruh – Setelah salat Idul Fitri tetapi masih di hari raya.
5. Waktu haram – Setelah hari raya Idul Fitri berlalu, zakat fitrah hanya dianggap sedekah biasa.
“Zakat fitrah sebaiknya dibayarkan sebelum salat Id agar diterima sebagai zakat, bukan sedekah biasa,” ucapnya.
Kadar dan Bentuk Zakat Fitrah
Dalam Safinatun Najah, zakat fitrah wajib ditunaikan dengan makanan pokok setempat seperti beras, gandum, atau kurma sebanyak satu sha’ (sekitar 2,5–3 kg).
Menurut Fathul Mu’in, zakat fitrah tidak sah jika diberikan dalam bentuk uang kecuali dalam kondisi darurat.
Mayoritas ulama Mazhab Syafi’i berpendapat zakat fitrah sebaiknya diberikan dalam bentuk makanan pokok. Hal ini karena makanan langsung bermanfaat bagi penerimanya.
Namun, sebagian ulama Mazhab Hanafi membolehkan zakat fitrah dalam bentuk uang dengan nilai setara makanan pokok.
“Pembayaran dalam bentuk makanan pokok lebih utama karena manfaatnya langsung dirasakan oleh penerima,” ujar Ustaz Rifai.
Ketidaksahan
Ustaz Rifai mengingatkan bahwa zakat fitrah bisa menjadi tidak sah jika tidak memenuhi syarat tertentu.
Pertama, dibayar setelah hari raya Idul Fitri tanpa uzur syar’i.
Kedua, tidak mencapai kadar yang ditentukan (kurang dari satu sha’).
Ketiga, diberikan kepada penerima yang tidak berhak. Zakat fitrah harus diberikan kepada delapan golongan yang disebut dalam QS. At-Taubah: 60.
Keempat, dibayarkan dalam bentuk yang tidak sesuai (seperti barang selain makanan pokok dalam Mazhab Syafi’i).
Kelima, tidak disertai niat zakat saat menyerahkan.
Dengan demikian, zakat fitrah bukan hanya kewajiban, tetapi juga bentuk kepedulian sosial untuk membantu fakir miskin di hari raya.
Dengan memahami syarat, waktu, dan cara pembayaran yang benar, umat Islam dapat menunaikan zakat fitrah dengan sempurna.
“Semoga kita termasuk golongan yang dapat menunaikan zakat fitrah dengan benar dan diterima sebagai amal kebajikan,” pungkasnya.






