Khazanah,kondusif.inewsciamis.com/, Keutamaan 10 Muharram menjadi perhatian penting umat Islam setiap tahun. Tanggal 10 Muharram, yang dikenal juga sebagai Hari Asyura, bukan sekadar bagian dari kalender Hijriah, tetapi memiliki nilai sejarah, spiritual, dan ibadah yang tinggi.
Rasulullah SAW sendiri menekankan keistimewaan hari ini dengan berbagai amalan yang dianjurkan.
Asal Usul Hari Asyura
Hari Asyura berasal dari kata ‘Asyara’ yang dalam bahasa Arab berarti “sepuluh”. Tanggal 10 Muharram dalam kalender Masehi akan jatuh pada tanggal 6 Juli 2025.
Dalam sejarah, berbagai peristiwa besar terjadi pada hari Asyura, seperti.
1. Diselamatkannya Nabi Musa AS dan Bani Israil dari kejaran Firaun.
2. Taubat Nabi Adam AS diterima Allah.
3. Nabi Nuh AS selamat dari banjir besar.
4. Nabi Yunus AS dikeluarkan dari perut ikan.
5. Syahidnya cucu Rasulullah, Sayyidina Husain bin Ali, di Padang Karbala.
Peristiwa-peristiwa ini juga menambah kekhusyukan umat Islam dalam menyambut 10 Muharram sebagai momentum spiritual.
Keutamaan 10 Muharram Menurut Hadis
Sementara itu, dalam hadis riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda:
“Puasa pada hari Asyura, aku berharap kepada Allah agar dapat menghapus dosa-dosa setahun yang lalu.”
(HR. Muslim)
Hadis ini juga menegaskan bahwa puasa pada tanggal 10 Muharram menjadi sarana penghapus dosa satu tahun yang lalu, menjadikannya salah satu ibadah yang sangat dianjurkan selain puasa Ramadan dan puasa Arafah.
Amalan yang Dianjurkan di Hari 10 Muharram
Berikut beberapa amalan yang dianjurkan untuk dikerjakan.
1. Berpuasa
Puasa Tasu’a (9 Muharram) dan Asyura (10 Muharram) sangat dianjurkan dilakukan beriringan.
Hal ini juga sebagai bentuk ikhtilaf (pembeda) dari puasa kaum Yahudi yang hanya pada 10 Muharram saja.
2. Memberi Makanan dan Bersedekah
Kemudian, diriwayatkan bahwa siapa yang melapangkan rezeki pada keluarganya di hari Asyura, maka Allah akan melapangkan rezekinya sepanjang tahun.
3. Meningkatkan Ibadah
Lalu, memperbanyak shalat sunah, dzikir, membaca Al-Qur’an, dan doa-doa.
Muharram adalah bulan mulia, termasuk dalam empat bulan haram (suci) dalam Islam.
4. Menunjukkan Kepedulian Sosial
Momentum ini juga bisa menjadi ajang membantu fakir miskin, yatim piatu, dan mereka yang membutuhkan.
Hari Asyura dalam Perspektif Sunni dan Syiah
Lebih lanjut, hari Asyura juga menjadi hari berkabung bagi kaum Syiah, karena pada hari ini cucu Nabi, Imam Husain, wafat di Karbala.
Kaum Syiah juga mengenang tragedi ini dengan berbagai ritual duka.
Sementara itu, umat Sunni menjadikan Asyura sebagai hari untuk memperbanyak syukur, ibadah, dan puasa sunnah.
Keutamaan 10 Muharram juga tidak hanya terletak pada sejarahnya yang agung.
Akan tetapi, pada peluang ibadah yang Allah berikan kepada umat Islam.
Kemudian, momen ini juga menjadi titik refleksi spiritual untuk memperbaiki diri, menebar kebaikan, dan memperkuat hubungan dengan Sang Pencipta.
Mari kita manfaatkan hari Asyura dengan memperbanyak amal saleh dan menjadikannya awal kebangkitan rohani kita dalam tahun Hijriah yang baru.






