”Karena kalau hanya menerima materi langsung, mungkin yang diserap masyarakat sedikit. Tapi jika melalui pendekatan budaya, masyarakat akan lebih mudah mengingat dan memahami pesan yang disampaikan,” tambahnya.
Di lokasi yang sama, Kepala Bidang Poldagri dan Ormas Kesbangpol Ciamis, Maman Suryaman, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar sosialisasi biasa.
Pihaknya sengaja menggandeng tokoh masyarakat, tokoh agama.
Kemudian, pemilih pemula dari seluruh desa se-Kecamatan Tambaksari agar efek edukasi meluas secara masif.
”Tujuannya jelas, kami ingin meningkatkan kesadaran kritis peserta terhadap pembangunan berkelanjutan. Kita ingin warga di sini tidak hanya pasif, tapi menjadi aktor aktif dalam politik,” tegas Maman.
Selaras dengan hal itu, Sekda Ciamis Dr. H. Andang Firman T mengingatkan dalam sambutannya bahwa demokrasi yang kuat berakar dari kualitas partisipasi di tingkat desa.
Ia juga berharap warga Desa Kaso mampu membentengi diri dari informasi bohong atau hoaks yang kerap menyasar masyarakat di daerah.
Lewat kegiatan yang didanai APBD 2026 ini.
Pemkab Ciamis juga membuktikan komitmennya bahwa pemerataan pemahaman politik harus menjangkau hingga ke ujung batas wilayah.
Memastikan tidak ada warga yang tertinggal dalam pesta demokrasi mendatang.


















