”Jika hanya menerima materi secara langsung tanpa sentuhan budaya, mungkin daya serap masyarakat akan sedikit. Namun, dengan kolaborasi budaya seperti ini, pesan-pesan politik akan lebih membekas di ingatan mereka,” kata Wawan.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Desa Kaso, Edi Kurnadi, saat membacakan sambutan Sekda Ciamis menekankan bahwa kualitas demokrasi sangat bergantung pada kualitas partisipasi warganya.
Ia pun mengajak pemuda Desa Kaso untuk mulai memfilter informasi secara bijak.
”Masyarakat, terutama anak muda, bukan lagi sekadar penonton. Kami mendorong mereka untuk meningkatkan literasi politik, menghindari hoaks, dan tetap menjaga persatuan meski berbeda pilihan,” tegasnya.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Seni Sawala ini dibiayai melalui APBD Kabupaten Ciamis Tahun Anggaran 2026.
Melalui edukasi yang “membumi” ini, Pemkab Ciamis berharap karakter masyarakat yang jujur, demokratis, dan berintegritas dapat terbangun sejak dini, khususnya bagi mereka yang baru pertama kali akan menggunakan hak pilihnya.


















