banner 728x250

Galuh Ethnic Carnival 2025: Panggung Kolosal Budaya Tatar Galuh yang Memukau Ribuan Pasang Mata

banner 120x600
banner 468x60

Ciamis, kondusif.inewsciamis.com/ – Kabupaten Ciamis kembali mengukuhkan identitas budayanya melalui perhelatan Galuh Ethnic Carnival (GEC) 2025, yang digelar bertepatan dengan Hari Jadi ke-383, Rabu, 11 Juni 2025. Bukan sekadar parade, GEC tahun ini tampil sebagai panggung budaya kolosal yang menyatukan nilai tradisi, seni pertunjukan, edukasi, dan inovasi dalam satu rangkaian spektakuler.

Sejak pagi, ribuan warga memadati sepanjang rute karnaval. Suasana penuh semangat menyelimuti kota saat arak-arakan peserta mulai bergerak dari Kantor Disbudpora menuju Pendopo Bupati Ciamis. Karnaval melintasi sejumlah titik strategis, seperti RS Permata Bunda, Pasar Subuh, Stadion Galuh, Jalan Cokroaminoto, dan Jalan Tentara Pelajar.

banner 325x300

GEC dibuka dengan dentuman energik dari Gema Galuh Marching Band, disusul penampilan Cosplay Ciung Wanara Kawali yang memadukan unsur sejarah dan gaya kontemporer. Atraksi lain yang tak kalah menarik adalah Bebegig Baladewa Sukamantri, Wayang Landung, Munding Ki Bowang, dan Buta Kararas Panjalu. Masing-masing membawa kekhasan budaya dari wilayah asalnya, menyuguhkan pengalaman visual dan emosional bagi para penonton.

Tidak hanya diisi penampilan lokal, GEC juga menjadi ajang kolaborasi lintas kabupaten. Komunitas seni dari Garut (Dodombaan), Kuningan (Genjring Kreasi DNR), dan Purwakarta (Genye) ikut ambil bagian, memperkaya keragaman yang tersaji dalam festival budaya ini.

Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Ciamis, Dadang Darmawan, menyebut GEC sebagai bentuk konkret pemajuan kebudayaan yang inklusif. Ia menegaskan bahwa GEC tidak hanya menjadi hiburan rakyat, tapi bagian dari strategi membangun ekosistem kebudayaan daerah yang berkelanjutan, sesuai amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

“GEC adalah panggung besar yang mempertemukan tradisi dan inovasi. Ini bentuk kecintaan kita terhadap budaya sekaligus wadah edukatif bagi generasi muda untuk mengenali akar identitasnya,” ujarnya.

Sesampainya di garis finis di Halaman Pendopo Bupati, peserta karnaval disambut hangat oleh Bupati Ciamis Herdiat Sunarya beserta unsur Forkopimda dan kepala SKPD. Di lokasi tersebut, berbagai kelompok seni menampilkan pertunjukan puncak yang menutup rangkaian acara dengan penuh kemegahan.

Dalam sambutannya, Bupati Herdiat menyampaikan apresiasi atas keterlibatan semua pihak dalam menyukseskan GEC 2025. Ia menekankan bahwa kebudayaan adalah fondasi pembangunan daerah yang tak boleh diabaikan.

“Budaya bukan sekadar peninggalan masa lalu, tapi nafas yang terus hidup. Melalui GEC, kita menunjukkan bahwa Tatar Galuh memiliki warisan yang kaya dan terus relevan dengan zaman,” ungkapnya.

Galuh Ethnic Carnival kini bukan hanya agenda tahunan, melainkan cermin kuatnya semangat masyarakat dalam menjaga, merawat, dan mengembangkan warisan leluhur. Sebuah perayaan identitas, kebersamaan, dan cinta tanah kelahiran.

(Sumber: Prokopim Ciamis)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *