banner 728x250

Defisit Susu Segar Makin Lebar, Mentan Siapkan Impor 200 Ribu Sapi Perah

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa produksi susu segar Indonesia hanya mampu memenuhi sekitar 20 persen dari total kebutuhan, dengan defisit mencapai 4,9 juta ton per tahun.

banner 120x600
banner 468x60

Jakarta, Kondusif – Produksi susu segar dalam negeri masih jauh dari mencukupi kebutuhan nasional. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa produksi susu segar Indonesia hanya mampu memenuhi sekitar 20 persen dari total kebutuhan, dengan defisit mencapai 4,9 juta ton per tahun.

Kondisi ini semakin diperparah dengan adanya Program Makan Bergizi Gratis yang dicanangkan pemerintah, yang menambah kebutuhan susu segar sebesar 3,6 juta ton. Dengan demikian, total defisit produksi susu segar nasional melonjak menjadi 8,5 juta ton.

banner 325x300

“Dengan tambahan kebutuhan dari program makan bergizi gratis, kekurangan produksi menjadi 8,5 juta ton untuk susu segar,” ujar Amran dalam keterangan resmi, Minggu (16/2/2025).

Solusi: Impor Sapi Perah dan Sapi Potong

Untuk menutup kekurangan tersebut, pemerintah berencana mendatangkan 200 ribu ekor sapi perah dan 200 ribu ekor sapi potong. Salah satu investor yang siap mendukung program ini adalah TH Group dari Vietnam. Chairman TH Group, Madam Thai Huong, bahkan telah menemui Amran Sulaiman di Jakarta pada Kamis lalu untuk membahas rencana kerja sama ini.

“Indonesia harus bisa meningkatkan kapasitas produksi susu segar dan daging sapi,” ujar Amran, yang juga dikenal sebagai pendiri Tiran Group.

Sebagai bentuk dukungan terhadap investasi ini, pemerintah siap memberikan berbagai insentif, mulai dari pembebasan bea impor untuk ternak dan peralatan industri susu, skema pendanaan dengan bunga kompetitif, hingga asuransi usaha peternakan.

Tiga Lokasi Strategis untuk Industri Peternakan Susu Segar

Pemerintah telah menyiapkan tiga lokasi strategis untuk investasi peternakan susu skala besar, yaitu:

  1. Wajo-Sidrap, Sulawesi Selatan
  2. Barito Utara-Barito Selatan, Kalimantan Tengah
  3. Poso (Lembah Napu), Sulawesi Tengah

Selain menyediakan lahan, Amran menegaskan bahwa pemerintah juga akan memastikan infrastruktur pendukung tersedia secara optimal. “Keberhasilan investasi industri susu tidak hanya bergantung pada lahan, tetapi juga infrastruktur yang memadai,” katanya. Oleh karena itu, pemerintah akan membangun akses jalan, jaringan listrik, pasokan air bersih, serta fasilitas layanan kesehatan dan pendidikan bagi pekerja di kawasan peternakan.

Proyeksi Produksi Susu Nasional

Kerja sama antara Kementerian Pertanian dan TH Group sejatinya bukan hal baru. Pada 24 September 2024, Kementan telah mengumumkan bahwa TH Group berencana mendatangkan 250 ribu ekor sapi perah ke Indonesia, dengan target produksi susu mencapai 1,8 juta liter per tahun.

Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan, Moch. Arief Cahyono, optimistis bahwa pembangunan industri susu sapi perah di Poso akan menggenjot produksi susu nasional hingga 1,8 juta ton dalam tiga hingga lima tahun ke depan.

“Jika target ini tercapai, produksi susu segar dalam negeri dapat memenuhi sekitar setengah dari kebutuhan nasional, yang saat ini masih bergantung pada impor sebesar 3,7 juta ton per tahun,” jelas Arief.

Dengan kerja sama ini, pemerintah berharap ketergantungan terhadap impor dapat ditekan secara bertahap, dan Indonesia bisa mencapai kemandirian pangan dalam sektor susu dan daging sapi di masa mendatang.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *