banner 728x250

Mentan Luncurkan“Lapor Pak Amran”: Senjata Baru Berantas Mafia Pupuk

banner 120x600
banner 468x60

Jakarta, kondusif.inewsciamis.com/,- Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meluncurkan layanan “Lapor Pak Amran” melalui WhatsApp di nomor 0823-1110-9390. Langkah ini menjadi gebrakan baru untuk memberantas mafia pupuk dan memastikan harga pupuk bersubsidi sesuai ketentuan pemerintah.

Melalui kanal ini, petani dan kelompok tani bisa langsung melapor kepada Mentan jika menemukan kecurangan di lapangan, seperti harga di atas HET atau pupuk palsu. Semua laporan dijamin rahasia identitas pelapor.

banner 325x300

“Nomor ini saya pegang langsung. Setiap laporan akan kami tindak cepat. Kita harus lindungi 160 juta petani Indonesia dari mafia dan koruptor sektor pertanian,” tegas Amran saat konferensi pers di Kantor Pusat Kementan, Jakarta, Jumat (31/10/2025).

Program “Lapor Pak Amran” dikawal langsung oleh tim pengawasan Kementan.

Kanal ini diharapkan memperkuat kontrol distribusi pupuk dan mempercepat respon pemerintah terhadap dugaan pelanggaran di daerah.

Amran meminta laporan yang masuk berisi informasi lengkap, mulai dari alamat kios atau distributor hingga jenis pupuk dan harga jualnya.

Langkah ini akan memudahkan Kementan menindak tegas pelaku yang menjual pupuk di atas HET.

“Tolong sertakan alamat dan jenis pupuknya. Pemerintah sudah menurunkan HET pupuk 20 persen. Jika masih ada yang menaikkan harga, kami langsung cek dan cabut izinnya,” ujarnya menegaskan.

Tak hanya fokus pada pupuk bersubsidi, Mentan juga membuka ruang bagi masyarakat untuk melaporkan semua masalah pertanian, seperti pupuk palsu, alat rusak, hingga distribusi traktor bermasalah.

“Minggu ini fokus pupuk dulu, tapi kalau ada pelanggaran lain silakan lapor. Kita akan tindak,” tambahnya.

Pelapor Sebagai Pahlawan Pangan

Amran menyebut para petani yang berani melapor sebagai pahlawan pangan.

Menurutnya, keberanian melapor akan menyelamatkan sektor pertanian dari praktik curang yang merugikan negara dan petani kecil.

“Yang melapor itu pahlawan pangan. Bersama-sama kita lawan mafia pertanian,” ujarnya penuh semangat.

Sebelumnya, Kementan telah mengambil langkah tegas dengan mencabut izin 190 pengecer dan distributor pupuk yang terbukti menjual di atas harga eceran tertinggi.

“Tidak ada toleransi. Siapa pun yang melanggar aturan akan kita tindak. Pupuk Indonesia sudah mencabut izin ratusan pengecer nakal. Ini bukti nyata komitmen pemerintah,” tegas Amran.

Dengan hadirnya “Lapor Pak Amran”, Kementan berharap petani tak lagi takut melapor.

Kini, suara mereka bisa langsung terdengar oleh Menteri, dan mafia pupuk tak lagi punya ruang untuk bermain.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *