Ciamis,kondusif.inewsciamis.com/,- Malam masih muda, lampu-lampu toko mulai padam satu per satu. Tapi di depan Toko Hejo, ada satu titik yang justru makin ramai. Aroma gurih nasi uduk mengepul dari gerobak sederhana milik Mang Aji Pahrul, pria ramah yang sudah 16 tahun lebih jadi teman setia perut-perut lapar warga Ciamis.
Sudah sejak 2008, Mang Aji membuka lapaknya dari maghrib hingga nasi terakhir ludes diserbu pembelikadang baru benar-benar kosong jelang tengah malam.
500 Porsi Lebih Ludes
Kalau sedang ramai, lebih dari 500 porsi bisa habis dalam semalam. Bayangkan saja, sebanyak itu hanya dari satu gerobak kecil.
“Ya karena udah biasa jualan malam,” kata Mang Aji santai sambil membungkus nasi uduk untuk pelanggan.
“Malam itu banyak yang kelaparan, cari makan. Saya mah jadi penolong orang yang perutnya keroncongan tengah malam.”
Dan benar saja, nasi uduk Mang Aji memang seperti oase di tengah sepinya kota malam hari.
Nasi Uduk Mang Aji Ciamis Ramah Dikantong
Harganya ramah di kantong mulai dari Rp7.000 per porsi, tapi isinya gak main-main.
Nasi gurih dengan wangi santan yang khas, ditumpuk dengan telur suwir, tempe orek.
Kemudian, irisan mentimun segar, kerupuk renyah, dan kalau mau lebih ‘nendang’ bisa tambah peyek gurih seharga Rp2.500 per bungkus.
Pembeli bisa makan langsung (dine in) di kursi-kursi plastik yang seadanya tapi bikin betah.
Lalu, bisa juga dibungkus (take away) buat dinikmati di rumah sambil nonton film atau mengerjakan tugas malam-malam.
Pengunjung Tidak Bosan Kembali
Dian (23), salah satu pelanggan setia, mengaku sudah coba banyak nasi uduk malam di Ciamis, tapi tetap saja selalu kembali ke Mang Aji.
“Karena cocok aja. Udah sering ke sini dari dulu. Rasanya pas, porsinya juga bikin kenyang,” katanya sambil menunggu pesanan dibungkus.
Meski terlihat sederhana, nasi uduk Mang Aji bukan sekadar makanan.
Ia jadi ritual kecil malam hari bagi banyak orang para pekerja lembur, mahasiswa, bahkan tukang ojek yang singgah sejenak melepas lelah.
Di balik asap kukusan nasi dan suara celetukan pelanggan, tersimpan kisah konsistensi, kehangatan, dan cita rasa yang tak pernah berubah.
Mang Aji mungkin bukan koki terkenal, tapi bagi banyak warga Ciamis, dialah ‘chef dadakan’ yang selalu hadir saat perut butuh teman di tengah malam.






