banner 728x250

Wapres Gibran: Swasembada Pangan Tak Bisa Sendiri, Harus Kerja Kolaboratif

banner 120x600
banner 468x60

kondusif.inewsciamis.com/– Wakil Presiden (Wapres) RI Gibran Rakabuming Raka menegaskan pentingnya kerja sama lintas sektor untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. Hal itu disampaikan dalam acara Penanaman Jagung Serentak Kuartal IV dalam rangka mendukung program Swasembada Pangan Tahun 2025 yang dipusatkan di Desa Bantar Panjang, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Rabu (8/10/2025).

Kegiatan tersebut juga diikuti secara serentak melalui Zoom Meeting oleh seluruh jajaran Polres di Indonesia, termasuk Polres Ciamis yang menyaksikan acara dari lahan Gapoktan Sangkan Raharja 2, Desa Cipaku, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis.

banner 325x300

Kapolres Ciamis AKBP H. Hidayatullah, S.H., S.I.K. turut mengikuti kegiatan tersebut bersama jajaran Forkopimda setempat.

Dalam kesempatan itu, Wapres Gibran yang didampingi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Menko Pangan Zulkifli Hasan.

Kemudian, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, dan Gubernur Banten Andra Soni.

“Tadi sudah dipaparkan oleh Pak Gubernur dan Pak Kapolri. Cara kerja seperti ini harus terus dilanjutkan dan diperkuat untuk mewujudkan cita-cita Presiden, yaitu swasembada pangan,” ujar Gibran.

Wapres Gibran: Kolaborasi Jadi Kunci

Gibran menekankan pentingnya kerja bersama secara kolaboratif antara kementerian, lembaga, hingga masyarakat.

“Kita harus kerja bareng, kerja keroyokan, kerja kolaboratif. Sekarang Pak Kapolri juga mendapat tambahan tugas, yaitu menanam jagung,” kata Gibran.

Ia mengapresiasi sinergi antara Kementerian Pertanian, Polri, Forkopimda, Bulog, serta dukungan dari gapoktan, kampus swasta, dan pesantren.

“Dua minggu lalu saya ikut panen jagung di Palembang yang melibatkan pesantren. Ini bukti kolaborasi yang nyata,” ucapnya.

Wapres juga menyebut saat ini terdapat lebih dari 30 ribu kelompok tani dengan total produksi mencapai 2,8 juta ton pada kuartal ketiga.

Ia berharap capaian tersebut bukan hanya menjadi angka di atas kertas, melainkan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh para petani.

“Banten memiliki potensi besar karena banyak pabrik pakan ternak dan peternak mandiri. Tapi masalah off-taker harus segera diatasi agar hasil panen terserap dengan baik,” ujarnya.

Dorongan untuk Inovasi dan Keterlibatan Anak Muda

Dalam sambutannya, Gibran juga mendorong agar Bulog lebih inovatif dalam menyerap hasil panen.

Ia meminta koperasi petani mulai berinvestasi dalam pengering (dryer), silo penyimpanan, penyediaan benih unggul, dan pengendalian hama.

“Petani jangan sampai merasa ditinggalkan kalau hasil panennya belum memenuhi standar. Harus ada pendampingan dan pelatihan. Saya yakin masalah ini bisa diselesaikan kalau semua pihak bergerak bersama,” tegasnya.

Wapres turut menyoroti pentingnya pelibatan generasi muda dan penerapan teknologi modern.

“Sekarang sudah ada pupuk organik dari eceng gondok hasil kerja sama dengan universitas, batu penetralisir pH tanah, water gen, hingga solar water. Ke depan, saya harap lebih banyak anak muda yang terlibat, termasuk penggunaan AI dan drone untuk pertanian,” ucapnya.

Ia juga mendorong inovasi pascapanen jagung agar bisa diolah menjadi tepung, minyak jagung, etanol, produk pengganti plastik, dan pakan ternak.

“Semua potensi itu harus digarap lebih serius,” tambahnya.

Pupuk dan Program Daerah Jadi Perhatian

Gibran menegaskan pentingnya ketersediaan pupuk dan benih unggul yang tepat sasaran.

“Saya selalu sampaikan, mohon ketersediaan pupuk dan benih dijaga dengan baik, bantuannya harus tepat sasaran,” katanya.

Menutup sambutannya, Wapres mengucapkan terima kasih kepada seluruh kepala daerah yang telah bersinergi dengan pemerintah pusat.

Ia juga meminta agar program prioritas seperti Sekolah Rakyat, pemeriksaan kesehatan gratis, dan Koperasi Merah Putih terus dimasifkan.

“Program-program ini harus dimanfaatkan oleh masyarakat agar penyakit bisa terdeteksi lebih dini dan angka harapan hidup meningkat,” ujarnya.

Kapolri Tegaskan Dukungan Polri untuk Ketahanan Pangan

Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan komitmen Polri untuk terus mendukung program ketahanan pangan nasional.

“Polri berupaya mewujudkan ketahanan pangan dengan dukungan penuh dari berbagai kementerian, lembaga, instansi, dan seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, hingga saat ini potensi program Ketahanan Pangan Polri telah mencapai 1,19 juta hektare lahan jagung hasil kolaborasi dengan berbagai pihak.

“Terdiri atas 881.743 hektare lahan binaan Polri dan 313.941 hektare lahan baku sawah,” jelasnya.

Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti nyata bahwa sinergi antarlembaga mampu memperkuat ketahanan pangan nasional, sekaligus mendorong kesejahteraan petani di seluruh Indonesia.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *