banner 728x250
News  

Tuntutan Mahasiswa Ciamis: Audit DPR Hingga Reformasi Kepolisian

banner 120x600
banner 468x60

Ciamis,kondusif.inewsciamis.com/,– Gelombang aksi Aliansi Mahasiswa Ciamis di depan Gedung DPRD Kabupaten Ciamis pada Senin (1/9/2025) memunculkan sederet tuntutan keras. Mahasiswa menegaskan bahwa aksi yang mereka lakukan bukan sekadar unjuk rasa, melainkan bentuk pengawalan moral terhadap jalannya demokrasi di Indonesia.

Dalam forum terbuka yang mereka sebut sebagai “sidang rakyat”, mahasiswa membacakan sejumlah poin tuntutan.

banner 325x300

Salah satunya adalah desakan kepada DPR untuk segera mengesahkan RUU Perampasan Aset.

“RUU ini sangat penting untuk memberantas korupsi dan mengembalikan aset negara yang dirampas,” ujar salah seorang orator.

Selain itu, mahasiswa meminta agar anggota DPR yang menghina rakyat segera dipecat.

Tuntutan Mahasiswa Ciamis

Mereka juga menuntut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan audit harta pejabat dan anggota dewan, serta menyoroti penggunaan anggaran DPR yang dinilai terlalu besar, yakni mencapai Rp9,9 triliun per tahun.

“Kami ingin ada transparansi, rakyat berhak tahu uang pajak digunakan untuk apa,” tegas perwakilan mahasiswa.

Tuntutan lainnya meliputi reformasi kinerja kepolisian, audit terhadap BUMN, hingga penetapan standar gaji layak untuk guru.

Mahasiswa juga mendesak DPRD Ciamis lebih peka terhadap kondisi masyarakat dengan melakukan evaluasi ketat terhadap kehadiran dan kinerja anggotanya.

“Anggota dewan yang tidak hadir dalam rapat harus diberi sanksi, bahkan kalau perlu dipecat,” kata salah seorang peserta aksi.

Poin tuntutan tersebut juga menyinggung kasus kemanusiaan, termasuk mendesak negara bertanggung jawab atas keluarga korban seperti Affan, seorang pengemudi ojek online yang tewas dalam kasus yang melibatkan aparat.

Mahasiswa menegaskan negara tidak boleh lepas tangan dalam menjamin keadilan.

Di tengah aksi itu, Bupati Ciamis Herdiat Sunarya bersama unsur Forkopimda turun langsung menemui massa.

Ia menyampaikan bahwa pemerintah daerah siap menyalurkan aspirasi mahasiswa ke DPR RI maupun ke pemerintah pusat.

“Apa yang disampaikan rekan-rekan mahasiswa akan kami tindaklanjuti. Tujuan kita sama, yaitu menyejahterakan masyarakat,” ujar Herdiat.

Mahasiswa menegaskan, jika tuntutan mereka tidak mendapat respons dalam 3×24 jam, maka aksi lanjutan dengan massa yang lebih besar akan kembali digelar.

Mereka menekankan bahwa perjuangan ini adalah gerakan moral, bukan upaya anarkis.

Aksi mahasiswa Ciamis dengan berbagai tuntutan itu menjadi simbol bahwa generasi muda tetap kritis terhadap kebijakan negara, dan berani menyuarakan aspirasi rakyat di tengah situasi sosial politik yang dinilai semakin jauh dari nilai demokrasi.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *