Tangerang,kondusif.inewsciamis.com/,– Pemerintah resmi membentuk Tim Penggerak Kesehatan Jiwa Masyarakat (TPKJM) Tingkat Pusat. Keputusan ini tertuang dalam Keputusan Menko PMK Nomor 36 Tahun 2025. Selain itu, pembentukan ini menjadi langkah strategis memperkuat kesehatan jiwa nasional.
Sementara itu, penetapan TPKJM dilakukan dalam puncak peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia (HKJS) 2025.
Tema global, “Access to Services: Mental Health in Catastrophes and Emergencies”, sedangkan tema nasional, “Sehat Jiwa dalam Segala Situasi”, melengkapi fokus acara.
Menurut Deputi Kemenko PMK, Prof. Dr. dr. Sukadiono, kesehatan jiwa merupakan fondasi pembangunan manusia dan ketahanan nasional.
Dengan kata lain, tanpa masyarakat sehat jiwa, Indonesia Emas 2045 sulit tercapai.
Di sisi lain, Wakil Menteri Kesehatan, Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono, mengajak masyarakat bergerak bersama menuju “Indonesia Bebas Pasung”.
Ia menekankan, kesehatan jiwa bukan sekadar masalah medis, melainkan juga sosial, ekonomi, dan kemanusiaan.
Lebih lanjut, Wamenkes menambahkan,
“Kemenkes menyediakan layanan daring www.healing119.id dan nomor telepon gratis. Sehingga, dalam tiga bulan, lebih dari 45 ribu orang telah berkonsultasi dengan psikolog klinis.”
Sementara itu, Dirjen Kesehatan Primer dan Komunitas Kemenkes, dr. Endang, menyoroti prevalensi gangguan jiwa di Indonesia.
Gangguan jiwa menempati posisi kedua penyebab disabilitas, terlebih lagi ODGJ berat mencapai 4 per mil.
Selain itu, ia menekankan pentingnya pemerataan layanan kesehatan jiwa.
“Akses harus menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk desa-desa terpencil,” ujar Dirjen Endang.
Penghargaan Daerah Bebas Pasung
Di samping itu, pemerintah memberikan penghargaan kepada 12 kabupaten/kota yang berhasil bebas pasung.
Langkah ini sebagai bentuk apresiasi atas kerja nyata pemda dalam perlindungan dan pemulihan ODGJ.
Kemudian, acara puncak diakhiri dengan penekanan tombol simbolis launching TPKJM Tingkat Pusat.
Kehadiran pejabat pusat dan kepala daerah menandai dukungan kolaborasi lintas sektor.
Selain itu, para direktur rumah sakit, organisasi masyarakat, dan komunitas peduli kesehatan jiwa turut hadir.
Mereka aktif mendorong gerakan nasional peningkatan kesadaran dan layanan kesehatan jiwa masyarakat.
Dengan demikian, pembentukan TPKJM diharapkan memperkuat pembinaan dan penggerakan masyarakat di bidang kesehatan jiwa, sekaligus memperluas dampak positif ke tingkat daerah.


















