banner 728x250
News  

Bendung Cipalih Dipadati Warga, Gelar Normalisasi Sungai Nagawiru

banner 120x600
banner 468x60

Ciamis,kondusif.inewsciamis.com/, Bendung Cipalih, kawasan Sungai Nagawiru di Kelurahan Sindangrasa, Kecamatan Ciamis, mendadak dipenuhi ratusan warga pada Minggu pagi (27/04/2025).

Warga bantaran saluran air ini berbaur dengan berbagai kelompok seperti Paguyuban Masyarakat (Pokmas) se-Kecamatan Ciamis.

banner 325x300

Dari mulai, Persatean Pesantren Ortodok (PPO), Paguyuban Permatalingga, Karang Taruna, serta pihak Kelurahan Sindangrasa.

Mereka melakukan normalisasi jalur sungai yang sudah penuh sedimentasi.

Kegiatan ini merupakan agenda besar warga penerima manfaat aliran Bendung Cipalih, dan ke depannya akan dilaksanakan secara rutin.

Selain membersihkan sampah dan mengangkat sedimentasi, mereka juga menanam bibit pohon di sepanjang aliran Nagawiru.

Refleksi Rasa Syukur atas Pembentukan P3A

Ketua pelaksana kegiatan, Dodi Soeparto, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk spontanitas.

dan rasa syukur atas terbentuknya enam Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) di sepanjang Nagawiru.

“Spontanitas dan wujud rasa syukur kami atas terbentuknya enam P3A di wilayah ini,” ujar Dodi.

Sebelumnya, keterbatasan informasi dan sumber daya membuat P3A di wilayah tersebut bergerak sendiri-sendiri.

Kini, setelah divalidasi oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), enam P3A resmi terbentuk.

Dodi juga menambahkan bahwa kehadiran P3A ini akan mempermudah administrasi seperti pembuatan akun dan pengusulan program berbasis teknologi.

“Dengan adanya P3A, beberapa kendala yang dulu kami alami semoga bisa teratasi,” harapnya.

Ke depan, Dodi berencana mengundang daerah lain yang dilewati saluran Nagawiru seperti Handapherang, Dewasari, dan Ciharalang di Kecamatan Cijeungjing untuk turut membentuk P3A.

Sungai Nagawiru Mengairi Ribuan Hektare Sawah

Camat Ciamis, Drs. Dedy Mudyana, M.Si., menjelaskan bahwa aliran Nagawiru mengairi sekitar 800 hektare sawah di dua kecamatan, yakni Ciamis dan Cijeungjing.

“Bermula dari Gunung Syawal, aliran Nagawiru ini mengalir hingga ke Sungai Citanduy,” kata Dedy.

Namun, Dedy mengingatkan bahwa luas lahan pertanian berkurang akibat alih fungsi lahan menjadi perumahan.

“Banyak lahan yang berubah menjadi area perumahan,” tambahnya.

Saat ini, setidaknya 20 desa dan 7 kelurahan di tiga kecamatan menikmati manfaat dari saluran Nagawiru.

Dedy mengapresiasi kesadaran masyarakat yang kini lebih peka terhadap kebersihan sungai.

“Sedimentasi lebih dominan daripada sampah, menandakan warga hulu sudah paham pentingnya menjaga sungai,” ujarnya.

Religi dan Lingkungan Berjalan Bersama

Ketua Persatean Pesantren Ortodok (PPO), Haji Duleh, mengatakan kegiatan ini juga merupakan bagian dari syiar Islam.

“Islam harus hadir dalam segala aspek, termasuk menjaga kebersihan sungai, meneladani Nabi Muhammad SAW,” ujar Haji Duleh.

Menurutnya, normalisasi aliran Nagawiru ini merupakan bentuk taddabur alam sebagai wujud syukur kepada Allah SWT.

“Salah satu tanda keimanan adalah menjaga kelestarian sungai,” tandasnya.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *