Pangandaran,kondusif.inewsciamis.com/,- SD Negeri 1 Maruyungsari kian mengukuhkan posisinya sebagai “pabrik” talenta berprestasi di wilayah Padaherang. Belum kering euforia menyabet Juara Umum Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), kini sekolah tersebut kembali naik podium tertinggi sebagai Juara Umum Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran.
Tangan dingin sang Kepala Sekolah, Tatang Kurniawan, dinilai menjadi kunci sukses sekolah ini dalam melakukan pembinaan holistik.
Baginya, prestasi anak didiknya bukan sekadar koleksi piala, melainkan investasi karakter bagi masa depan.
“Prestasi ini buah dari kerja keras dan pembinaan yang konsisten. Namun, saya selalu menekankan bahwa sportivitas dan integritas jauh lebih penting daripada sekadar kemenangan,” ujar Tatang saat dikonfirmasi, Jumat (8/5/2026).
Menjinakkan “Mood Roller-coaster”
Di balik rentetan medali emas, Tatang membeberkan perjuangan berat para guru pembimbing dalam mengasah potensi siswa.
Salah satu tantangan terbesar bukanlah pada teknis materi, melainkan menjaga kondisi psikologis anak-anak usia sekolah dasar.
”Tantangan paling terasa adalah menjaga mood anak-anak yang seringkali seperti roller-coaster. Kami berupaya keras agar semangat latihan mereka tetap terjaga,” ungkapnya.
Untuk cabang menyanyi solo, persiapan bahkan sudah dilakukan jauh-jauh hari sebelum petunjuk teknis lomba diterbitkan.
Latihan intensif minimal tiga kali seminggu menjadi menu wajib bagi para siswa yang memiliki potensi di bidangnya masing-masing.
Merambah Lintas Kecamatan
Keperkasaan SD Negeri 1 Maruyungsari ternyata tak berhenti di tingkat kecamatan.
Dalam ajang lintas wilayah pada tajuk Dies Natalis SMP Negeri 2 Mangunjaya, sekolah ini kembali membuktikan taringnya dengan memboyong gelar Juara Umum.
Rentetan prestasi yang berhasil diamankan antara lain:
- Juara 1: Nyanyi Solo
- Juara 1 & 2: Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ)
- Juara 2: Seni Pupuh
Tatang menyebut pencapaian ini tak lepas dari peran “guru-guru hebat” di sekolahnya yang jeli melihat bakat terpendam siswa.
“Anak-anak tidak akan sampai di sini tanpa peran guru yang mencari materi dan melatih mereka hingga tampil maksimal,” tambahnya.
Kini, para jawara dari SDN 1 Maruyungsari tengah bersiap untuk naik kelas ke tingkat Kabupaten.
Ajang ini menjadi pembuktian bahwa pendidikan yang seimbang antara akademik, seni, dan olahraga mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas, tapi juga bermental juara.


















