banner 728x250
News  

Standar Baru Toilet Sekolah di Jabar, Gubernur Dedi Mulyadi Soroti Fasilitas Sanitasi

Dedi Mulyadi, menegaskan komitmennya untuk meningkatkan standar sanitasi di sekolah-sekolah dengan menetapkan rasio jumlah toilet.

banner 120x600
banner 468x60

Karawang, KondusifGubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan komitmennya untuk meningkatkan standar sanitasi di sekolah-sekolah dengan menetapkan rasio jumlah toilet yang ideal. Langkah ini bertujuan untuk memastikan kenyamanan serta kebersihan lingkungan belajar bagi para siswa dan guru di seluruh Jawa Barat.

Komitmen tersebut disampaikan Dedi saat berdialog dengan para guru dan Kepala Sekolah SDN Pinayungan 2, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang. Awalnya, Dedi menanyakan alasan sekolah mengajarkan teori renang di lapangan sekolah, bukan di kolam renang. Namun, pembicaraan kemudian bergeser ke topik fasilitas sekolah, khususnya jumlah toilet yang tersedia.

banner 325x300

Saat itu, Kepala Sekolah SDN Pinayungan 2, Mimi Martiningsih, melaporkan bahwa sekolahnya memiliki 700 siswa yang terbagi dalam 18 kelas. Namun, jumlah toilet yang tersedia hanya empat unit. Mendengar hal itu, Dedi tampak terkejut.

“Waduh, bau atuh, numpuk,” ucapnya, seperti dikutip dari kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel, Sabtu (1/3/2025).

Dedi menekankan bahwa idealnya setiap kelas memiliki satu toilet. Oleh karena itu, ia berencana menerapkan standar baru dengan rasio satu toilet dan sanitasi untuk setiap 30 siswa di seluruh sekolah di Jawa Barat.

Karawang Mampu, Kenapa Toilet Kurang?

Dalam kesempatan tersebut, Dedi juga menyoroti kapasitas fiskal Kabupaten Karawang yang tergolong tinggi. Menurutnya, dengan pendapatan daerah yang cukup besar, seharusnya Karawang mampu menyediakan fasilitas sanitasi yang memadai bagi sekolah-sekolah di wilayahnya.

“Anggaran Karawang cukup besar, saya yakin bisa merealisasikan ini,” ujar Dedi.

Sebagai langkah konkret, ia berencana meminta Bupati Karawang untuk menambah jumlah toilet di SDN Pinayungan 2. Dedi juga menyampaikan bahwa lahan kosong di belakang sekolah dapat dimanfaatkan untuk pembangunan fasilitas tersebut.

Lebih lanjut, Dedi akan menugaskan Maula Akbar, anggota DPRD Jawa Barat dari daerah pemilihan Karawang-Purwakarta sekaligus putranya, untuk mengawal realisasi proyek ini.

“Nanti ada anggota DPRD yang datang ke sana, biar tugas DPRD berjalan dengan baik,” katanya.

Dedi menegaskan bahwa kebijakan ini tidak hanya berlaku untuk satu sekolah, melainkan akan menjadi standar bagi seluruh sekolah di Jawa Barat. Dengan demikian, diharapkan fasilitas sanitasi sekolah dapat lebih layak, sehat, dan nyaman bagi seluruh siswa.

banner 325x300

Respon (0)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *