Ciamis,kondusif.inewsciamis.com/– Dugaan keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kawali menuai perhatian publik. Menanggapi hal tersebut, pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Awiluar, yang memasok makanan untuk siswa SDN 1 Sindangsari dan SDN 5 Karangpawitan, menyampaikan klarifikasi.
Abdul Yazid, Asisten Lapangan Dapur SPPG Lumbung Awiluar, menegaskan bahwa kejadian ini sama sekali tidak disengaja.
Menurutnya, seluruh menu harian dimasak sesuai jadwal dan standar yang berlaku.
“Keracunan itu bukan disengaja, bukan pula untuk mencelakai siswa. Kami memasak seperti biasanya dengan penuh semangat dan tanggung jawab untuk membantu program pemerintah,” ujar Yazid saat ditemui di dapur SPPG Awiluar, Desa Awiluar, Kecamatan Lumbung, Jumat (3/10/2025).
Ia membenarkan bahwa sejumlah siswa mengalami mual dan muntah usai menyantap hidangan.
Namun, laporan sementara yang ia terima juga menyebut kondisi beberapa anak sudah mulai membaik.
“Kejadian ini bukan hal yang kami inginkan, ada bahan makanan yang terindikasi bermasalah,” tambahnya.
Pada hari kejadian, dapur SPPG Awiluar mendistribusikan 3.625 paket makanan untuk 43 sekolah.
Menu yang disajikan terdiri dari paket besar dan kecil.
Puding Melon Basi
Dari informasi yang beredar, gejala mual dialami siswa usai mengonsumsi puding buah, khususnya varian melon.
“Informasi yang saya terima justru dari puding melon. Setelah ada laporan puding basi, saya langsung umumkan di grup WhatsApp agar sekolah yang sudah menerima maupun belum untuk berhati-hati dan mengecek dulu,” jelas Yazid.
Menurutnya, tim dapur juga melakukan pengecekan langsung dengan mencoba makanan yang tersedia di dapur, dan hasilnya masih aman.
“Yang terjadi di lapangan juga tidak semua sekolah terindikasi. Data yang masuk ke kami ada sekitar 10 siswa yang mengalami keracunan,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, sebagian besar menu diproduksi langsung di dapur SPPG, mulai dari bubur kacang ijo, puding, hingga santan. Hanya roti dan keju yang dibeli dari luar.
“Produk serupa juga kami sajikan di menu lain, tapi untuk hari ini terjadi hal seperti ini,” katanya.
Menutup penjelasannya, Yazid menyampaikan harapannya agar kasus ini menjadi yang terakhir.
“Mudah-mudahan tidak terulang lagi, baik di dapur ini maupun dapur lain di Ciamis. Mungkin akan ada konsekuensi yang harus kami terima, tapi kami berharap tetap bisa beroperasi untuk memberikan pelayanan terbaik,” pungkasnya.



















Respon (0)