Ciamis, Kondusif – Si Uruy adalah makanan ringan khas dari Dusun Ancol 2, Desa Sindangkasih, Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Ciamis yang sempat melegenda.
Kerupuk jengkol ini hadir dengan dua varian rasa, pedas mercon dan gurih, yang siap menggoyang lidah.
Dibuat dengan bahan berkualitas dan proses higienis, Si Uruy menawarkan cita rasa autentik yang sulit ditolak.
Dari Masa Kejayaan hingga Vakum
Kerupuk Jengkol Si Uruy dulu menjadi favorit kawula muda karena ciri khas dan keunikan rasanya.
Usaha ini pertama kali berjaya pada 2004, bahkan sempat memiliki beberapa pekerja dari lingkungan sekitar.
Namun, pada 2010 produksi sempat terhenti karena kesibukan sang pemilik, Asep (59), yang fokus mengelola Tempat Pembuangan Sampah di Kecamatan Sindangkasih.
Kini, setelah pengelolaan sampah dialihkan kepada Karang Taruna, Asep bersama istrinya, Entin (60), kembali menghidupkan usaha yang telah lama vakum.
“Kami ingin membawa kembali kelezatan Si Uruy ke masyarakat,” ujar Asep, yang juga merupakan Ketua RW 04 dan aktivis lingkungan di Ancol, Desa Sindangkasih. Rabu, (05/02/2025).
Si Uruy Siap Bersaing di Pasar Lokal
Sebagai produk UMKM, Si Uruy berambisi untuk kembali bersaing di pasar lokal. Cita rasa khas dan bahan alami menjadi keunggulan yang diusung agar dapat menarik perhatian para pecinta kuliner.
Dengan strategi pemasaran yang lebih modern, pasangan Asep dan Entin optimistis produk mereka bisa kembali meraih sukses serta membuka peluang lapangan kerja dan penghasilan tambahan yang signifikan di tengah geliat ekonomi Tatar Galuh.
Pelanggan Setia: Cocok untuk Makanan Berkuah
Si Uruy telah menjadi favorit banyak orang, terutama penggemar makanan berkuah seperti bakso dan soto.
Dewi, salah satu pelanggan setia, mengungkapkan keunikan kerupuk ini.
“Rasanya unik, renyah, dan bikin nagih. Cocok banget buat teman makan bakso!” ujarnya antusias.
Bangkitnya Kuliner Tradisional
Selain mengelola usaha kerupuk jengkol, Asep juga aktif di berbagai kegiatan sosial dan merupakan pengurus gedung dakwah di Kecamatan Sindangkasih.
Baginya, menghidupkan kembali Si Uruy bukan sekadar usaha, tetapi juga upaya melestarikan kuliner khas daerah.
Bagi pencinta camilan pedas dan gurih, Si Uruy siap menjadi pilihan baru yang tak boleh terlewat.
Tertarik mencoba?

















Respon (0)