CIAMIS,kondusif.inewsciamis.com/,– SHLS SPPG Ciamis,- Kepala Koordinator Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Ciamis, Egi, memastikan terdapat sekitar 70 SPPG yang masih aktif menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayahnya. Hal itu ia sampaikan saat dikonfirmasi, Senin (29/9/2025).
Menurut Egi, hingga kini pihaknya belum memiliki data rinci mengenai kategori dapur yang memiliki fasilitas tempat tinggal pegawai atau tidak.
Namun, ia menegaskan bahwa seluruh SPPG di Ciamis masih dalam proses penyelesaian Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS).
“Untuk SLHS sekarang lagi proses semuanya, belum ada yang selesai. Jadi seluruh dapur masih dalam tahap pemenuhan syarat,” jelasnya.
Respons Pemerintah Pusat
Seperti diketahui, sejumlah kasus keracunan yang menimpa siswa penerima MBG di beberapa daerah mendorong pemerintah pusat bergerak cepat.
Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan penguatan tata kelola MBG secara menyeluruh, yang ditindaklanjuti dengan rapat koordinasi tingkat menteri dipimpin Menko Bidang Pangan, Zulkifli Hasan.
“Keselamatan anak adalah prioritas utama. Insiden ini bukan sekadar angka, tetapi menyangkut generasi penerus bangsa,” tegas Zulkifli dalam konferensi pers di Kementerian Kesehatan, Minggu (28/9/2025).
Sejumlah langkah strategis disepakati pemerintah, antara lain.
Melakukan penutupan sementara SPPG yang terindikasi bermasalah untuk evaluasi.
Kemudian, mengevaluasi disiplin dan kualitas juru masak di seluruh SPPG.
Lalu, melakukan perbaikan sanitasi, khususnya air dan pengelolaan limbah.
Keterlibatan lintas sektor dalam perbaikan tata kelola MBG.
SLHS menjadi syarat mutlak bagi seluruh dapur penyedia MBG.
Optimalisasi peran Puskesmas dan UKS untuk pemantauan rutin.
Target Percepatan Sertifikasi
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menekankan bahwa percepatan penerbitan SLHS wajib dirampungkan dalam satu bulan ke depan.
“Kami bersama pemerintah daerah dan BGN akan mengawal seluruh proses, mulai dari pemilihan bahan baku hingga penyajian makanan. Standar higienis ini harus dipenuhi agar kejadian serupa tidak terulang,” ujar Menkes Budi.
Rapat koordinasi lanjutan dijadwalkan berlangsung Rabu mendatang.
Sementara itu, Kementerian Dalam Negeri akan menggelar rapat teknis bersama kepala daerah, kepala dinas pendidikan, kepala dinas kesehatan, serta Badan Gizi Nasional untuk memantau progres perbaikan.


















