banner 728x250
News  

Sekolah Terjepit Tol, SDN Burangkeng 04 Belum Direlokasi, Orang Tua Cemas Anak Belajar di Tengah Debu dan Beton

SDN Burangkeng 04 di Kecamatan Setu Kabupaten Bekasi yang “terjepit” proyek pembangunan Jalan Tol Jakarta–Cikampek (Japek) II Selatan, harus direlokasi.

banner 120x600
banner 468x60

Bekasi, Kondusif –  Di tengah hiruk-pikuk pembangunan infrastruktur, ada satu potret miris yang menyayat hati di Kabupaten Bekasi. Sebuah sekolah dasar, SDN Burangkeng 04, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat hingga kini masih berdiri “terjepit” di antara dua tiang beton raksasa proyek Jalan Tol Jakarta–Cikampek (Japek) II Selatan.

SDN Burangkeng 04 Setu, Kab Bekasi yang terkena Imbas Pembangunan Proyek Ambisius Jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) ll Selatan.

Bangunan sekolah ini hanya berjarak sekitar lima meter dari tiang penyangga jalan tol yang kini pengerjaannya sudah mencapai tahap setengah jadi. Aktivitas belajar mengajar pun terus berlangsung, meskipun terdampak kebisingan dan bahaya debu proyek yang tak bisa dihindari. Padahal, seharusnya sekolah direlokasi terlebih dahulu sebelum konstruksi jalan tol dimulai.

banner 325x300
Proyek Ambisius Jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) ll Selatan.

Kondisi ini memicu keresahan mendalam dari para orang tua murid. Indri Astiwi (36), salah satu orang tua siswa kelas 4, menyatakan kekhawatirannya terhadap keselamatan sang anak yang masih harus belajar di sekolah tersebut.

 

“Setiap saya antar atau jemput sekolah, debu di jalanan akibat proyek itu sangat mengganggu. Belum lagi saya cemas dengan keselamatan anak di sekolah lantaran bangunan tol sudah setengah jadi dan seperti menginjak bangunan sekolah,” ungkap Indri kepada kondusif.inewsciamis.com/, Rabu (23/7).

 

Indri pun menyesalkan sikap kontraktor dan pihak terkait yang dinilai mengabaikan keamanan para siswa.

 

“Kalau mau bangun jalan tol, buatkan sekolah pengganti dulu. Jangan maksa bangun dulu jalannya. Kok nggak punya hati banget,” tegasnya.

 

Relokasi SDN Burangkeng 04 Tak Kunjung Jelas, Pemerintah Daerah Bingung

 

Sementara itu, pihak sekolah dan Dinas Pendidikan mengaku telah melakukan berbagai upaya untuk mendorong percepatan relokasi. Koordinator Wilayah Dinas Pendidikan Kecamatan Setu, Joko Sawarno, menjelaskan bahwa mereka telah memenuhi semua persyaratan yang dibutuhkan untuk pemindahan.

 

“Pada waktu rapat di dewan, dari kami syarat-syarat untuk pemindahan itu sudah kami penuhi. Bahkan kami pernah mendengar bahwa lahan dan gedung kami ini sudah ditaksir harganya pada 2021,” kata Joko.

 

 

Namun hingga kini, relokasi belum juga terealisasi. Menurut Joko, pihaknya bahkan tidak mengetahui secara pasti di mana letak kendalanya.

 

“Tapi kok belum dilaksanakan juga kami juga belum tahu sebabnya, ada di mana persoalannya, di mana mandeknya. Padahal masyarakat sudah pada dibayar dan sudah pada pindah,” ujarnya.

 

Pembebasan lahan di kawasan permukiman sekitar sekolah, kata Joko, sebenarnya sudah dimulai sejak 2021. Namun, hanya sekolah yang belum mendapat kepastian. Padahal, aktivitas pembangunan jalan tol terus berjalan.

“Kami mohon kepada Bapak Presiden, Gubernur Jawa Barat, dan instansi-instansi terkait. Tolong bantu kami agar kami segera bisa relokasi ke tempat yang baru dan lebih nyaman. Agar kegiatan belajar mengajar tidak terganggu, dan proyek tol ini juga bisa berjalan lancar,” pungkasnya.

 

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *