banner 728x250
News  

Dari Ciamis untuk Jabar: PMII Galuh Gelar Sekolah Riset Bertema Perubahan

banner 120x600
banner 468x60

Ciamis,kondusif.inewsciamis.com/,– Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Galuh kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak kader intelektual melalui Sekolah Riset III yang digelar pada 19–20 Juli 2025 di Aula Kementerian Agama Kabupaten Ciamis.

Kegiatan bertema “Membaca Realitas, Menulis Perubahan” ini diikuti oleh peserta dari berbagai komisariat PMII se-Jawa Barat.

banner 325x300

Dengan semangat membangun budaya akademik, Sekolah Riset PMII Galuh tidak hanya menjadi ruang belajar metodologi ilmiah.

Tetapi juga wadah untuk mengasah nalar kritis mahasiswa agar mampu membaca situasi sosial secara lebih mendalam dan solutif.

Menanamkan Nalar Kritis dan Gagasan Perubahan

Ketua Pelaksana, Syahrul Mubarok, menjelaskan bahwa membaca realitas bukan sekadar aktivitas mengamati permukaan.

Tetapi merupakan proses intelektual yang bertujuan memahami struktur sosial dan relasi kekuasaan secara kritis.

“Membaca realitas adalah landasan utama dalam penelitian. Sedangkan menulis perubahan adalah harapan besar agar hasil dari proses riset tidak hanya menjadi konsumsi intelektual, melainkan menjadi alat transformasi sosial,” tegas Syahrul.

Hal senada disampaikan oleh Ketua PMII Komisariat Galuh, Aldi Maulana, yang menilai Sekolah Riset ini sebagai upaya menjawab tantangan zaman.

“Ini adalah ikhtiar kami untuk mencetak kader yang tidak hanya reaktif, tetapi juga solutif. Riset adalah alat kita untuk memahami masalah secara mendalam, dan tulisan adalah medium mewujudkan gagasan perubahan yang konkret dan berdampak,” ujar Aldi.

KOPRI: Membaca Realitas dari Perspektif Perempuan

Sementara itu, Ketua KOPRI PMII Galuh, Intan Nur Permatasari, menekankan pentingnya kegiatan ini bagi kader perempuan.

“Bagi kami di KOPRI, membaca realitas bukan sekadar memahami teori, tetapi juga merasakan denyut kehidupan, khususnya dari sudut pandang perempuan yang kerap tak tersuarakan,” ucap Intan.

“Menulis menjadi langkah strategis untuk menyuarakan perubahan dari pinggiran,” ungkap Intan.

Ia menambahkan bahwa Sekolah Riset PMII Galuh menjadi laboratorium ide dan refleksi bagi para peserta.

“Kami berharap peserta tak hanya mampu menyusun karya ilmiah, tapi juga menjadi aktivis yang memperjuangkan keadilan lewat tulisan dan gerakan.”

Materi Mendalam, Peserta Siap Jadi Peneliti Muda

Selama dua hari pelatihan, peserta dibekali dengan materi komprehensif mengenai metodologi penelitian.

Kemudian, teknik pengumpulan dan analisis data, hingga tata cara penulisan ilmiah yang terstruktur.

Dengan semangat membangun budaya riset di kalangan mahasiswa, Sekolah Riset PMII Galuh diharapkan mampu mencetak peneliti muda yang tidak hanya mumpuni secara akademisakademis.

Tetapi juga memiliki integritas dan keberpihakan terhadap isu-isu sosial.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *