banner 728x250
News  

Pohon 2.025 Batang Tak Bisa Menutup Bau Sampah Leuwikeris, DPRD Sentil BBWS

banner 120x600
banner 468x60

Ciamis,kondusif.inewsciamis.com/ – Penanaman 2.025 bibit pohon di sekitar Bendungan Leuwikeris pada peringatan Hari Konservasi Alam Nasional, Selasa (19/8/2025), seakan menjadi simbol harapan baru. Namun di balik itu, masalah sampah yang menumpuk di kawasan bendungan justru belum menemukan jalan keluar.

Anggota DPRD Ciamis Komisi B dari Fraksi Demokrat, Erik Krida, menilai gerakan menanam pohon memang baik, tetapi akan percuma bila persoalan sampah tak diselesaikan.

banner 325x300

“Setelah kita menanam, yang paling utama adalah bagaimana sungai kita bersih. Masalahnya, sampah di Leuwikeris ini masih banyak yang belum terselesaikan. Kami akan audiensi dengan BBWS terkait hal ini,” tegas Erik.

Menurutnya, berbagai elemen masyarakat sudah terlibat aktif menjaga lingkungan.

Mulai dari komunitas pecinta lingkungan, BJB Cabang Ciamis, PDAM Tirta Galuh, akademisi Unigal, hingga pramuka.

Namun, penanganan sampah tetap saja seperti jalan di tempat.

Kepala BBWS Disindir Bukan Orang Ciamis

Erik bahkan menyinggung soal kepedulian instansi teknis. Ia menyoroti bahwa pimpinan BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) bukan orang Ciamis sehingga kurang memahami langsung dampak yang dirasakan warga.

“Kita yang orang Ciamis harus peduli sama Ciamis. Kita yang ketempuhan terus, tapi apa manfaatnya buat masyarakat kalau sampah masih menumpuk? Kepala BBWS bukan orang Ciamis, jadi justru kita yang harus lebih vokal,” ujarnya.

Selain sampah, persoalan lain yang ikut disoroti adalah keberadaan jaring apung di perairan bendungan.

Erik menyebut hingga kini tidak ada regulasi yang jelas dari BBWS maupun pemerintah daerah terkait hal itu.

“Kalau soal jaring apung, selama belum ada regulasi ya masyarakat jalan saja. Itu bukan ikan endemik memang, tapi paling tidak ada manfaat buat masyarakat,” katanya.

PR Berat Sampah Leuwikeris

Kegiatan penanaman 2.025 bibit pohon di Leuwikeris memang diapresiasi, tapi masyarakat menanti tindak lanjut yang lebih nyata.

Tanpa penanganan serius terhadap sampah, konservasi hanya berhenti pada seremoni.

Bendungan yang menjadi salah satu ikon pembangunan di Ciamis, Tasikmalaya itu kini menghadapi persoalan klasik: antara semangat menjaga alam dengan realita sampah yang terus mencemari perairan.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *