banner 728x250
News  

Katanya Rematch, Ternyata Replay Kekalahan: Herlip Pulang Bawa Luka Batin

banner 120x600
banner 468x60

Ciamis,kondusif.inewsciamis.com/,  Rematch Berujung Kekalahan. Kekalahan menyakitkan 12-0 di meja catur ternyata masih menyisakan bara di hati seorang Jurnalis asal Ciamis, Heri Lipsus.

Tak mau pulang dengan kepala tertunduk, ia pun menantang rematch hari itu juga, langsung di tempat, langsung di meja yang sama dengan secangkir kopi dan harga diri sebagai taruhannya.

banner 325x300

"Saya belum ikhlas. Ini belum selesai. Kita lanjut, bro,” kata Heri sambil mematangkan strategi. Wajahnya serius. Matanya fokus. Aura dendam penuh strategi mulai menguar.

Direktur kondusif.inewsciamis.com/, Rifa, yang sebelumnya sudah menggasak Heri 12-0 tanpa ampun, hanya menanggapi santai.

"Yakin mau lanjut? Bisa makin stres nanti," ujarnya sambil senyum tipis ala grandmaster.

Pertandingan pun dimulai. Ini adalah“Game Pamungkas”satu babak rematch spontan yang digelar sore itu juga.

Penonton tim redaksi yang sudah siap dengan cemilan dan komentar-komentar lucu.

Namun alih-alih bangkit, Heri kembali tumbang. Bukan cuma kalah, tapi lagi-lagi disapu bersih 1-0. Total skor akhir hari itu 13-0.

"Yang saya pikir tadi strategi jitu ternyata jebakan buat diri sendiri," kata Heri sambil tersenyum pasrah.

"Rifa ini bukan cuma main catur. Dia kayak bisa baca pikiran saya. Saya baru mikir pion, dia udah siapin skak.”

Rematch Berujung Kekalahan

Setiap langkah yang Heri buat seperti masuk ke ladang ranjau. Waktu berpikir yang makin lama hanya membuat jebakan Rifa makin rapi.

Bahkan di akhir game, Heri sempat mengusap wajahnya dengan napas berat, lalu berkata, ‘Kayaknya saya perlu pensiun dari papan catur dan fokus nulis puisi saja.”

Tim redaksi tak kuasa menahan tawa, apalagi ketika Heri mengangkat tangan tinggi-tinggi dan berkata,

“Saya nyerah! Tapi hanya di catur, bukan dalam hidup!”

Rifa pun menutup pertandingan dengan rendah hati.“Ini bukan soal menang-kalah, tapi soal silaturahmi. Tapi ya… kalau menang terus juga nggak apa-apa sih,” ujarnya sambil tertawa.

Meski kalah mutlak, Heri tetap jadi juara dalam semangat dan sportivitas.

Kekalahan 13-0 itu malah menciptakan momen kebersamaan yang tak akan dilupakan. Bukan hanya adu strategi, tapi juga adu tawa, adu gaya, dan adu mental.

“Hari ini saya kalah, besok siapa tahu saya jadi komentator catur saja. Lebih aman,” tutup Heri sambil mengepalkan tangan ke langit bukan tanda kemenangan, tapi tekad untuk belajar lebih keras (atau cari lawan yang lebih mudah).

Heri memaparkan, semua perwira lawan termasuk pati nya udah dikunci. Udah mumpuni, menguasai menakan Rifa udah dalam tekanan tapi dia piawai memanfaatkan kelalaian.

“Saya sudah berpikir keras, direktur Kondusif sudah dalam tekanan sudah tidak ada cela untuk menyerang tapi dia berhasil membalikkan keadaan,” pungkasnya.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *