banner 728x250

Rapat Pimpinan TNI-Polri, Presiden Prabowo Subianto: TNI-Polri Pilar Kedaulatan dan Keamanan Negara

Rapat Pimpinan TNI-Polri, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa keberhasilan atau kegagalan suatu negara terlihat dari bagaimana TNI dan Polri menjalankan tugasnya.

banner 120x600
banner 468x60

Jakarta, Kondusif – Presiden Prabowo Subianto menegaskan peran vital Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam menjaga kedaulatan serta eksistensi negara. Hal ini Ia sampaikan saat memberikan arahan dalam Rapat Pimpinan (Rapim) TNI-Polri Tahun 2025 yang berlangsung di The Tribrata, Jakarta, pada Kamis (30/1).

Menurutnya, TNI dan Polri bukan sekadar institusi negara, tetapi juga simbol nyata dari keberadaan dan ketegasan sebuah bangsa.

banner 325x300

“Undang-Undang Dasar, keputusan presiden, serta berbagai regulasi pemerintahan tidak akan berarti apa-apa jika tidak ditegakkan. Dan penegakan itu ada di tangan TNI dan Polri,” ujar Prabowo.

TNI-Polri sebagai Penjaga Kedaulatan

Presiden menekankan bahwa kekuatan suatu negara dapat terukur dari bagaimana aparatnya menjalankan tugas. Jika TNI dan Polri kuat dan berwibawa, maka negara pun akan berdiri kokoh. Sebaliknya, kegagalan dua institusi ini dalam menjalankan amanahnya bisa berdampak pada kegagalan negara itu sendiri.

“Tentara dan polisi adalah pilar utama negara. Mereka diberi mandat oleh rakyat untuk memegang monopoli penggunaan kekuatan, termasuk senjata, demi menjaga ketertiban dan keamanan nasional,” lanjutnya.

Amanah dan Pengorbanan bagi Bangsa
Prabowo juga mengingatkan bahwa kekuasaan yang dimiliki oleh TNI dan Polri bukanlah sekadar hak istimewa, melainkan sebuah amanah besar. Rakyat telah mempercayakan keselamatan mereka kepada para prajurit dan aparat kepolisian, sehingga tuntutan pengabdian pun sangat tinggi.

“Rakyat yang melengkapi saudara dengan seragam, rakyat yang memberi makan, dan rakyat pula yang memberikan kepercayaan penuh kepada saudara-saudara. Dengan amanah sebesar ini, tidak ada pilihan lain kecuali melaksanakan tugas dengan penuh dedikasi dan pengorbanan,” tegasnya.

Presiden juga menyoroti makna pangkat dan jabatan dalam struktur TNI-Polri. Menurutnya, tanda kehormatan yang tersematkan di pundak setiap prajurit bukan sekadar simbol, tetapi juga sebuah tanggung jawab besar.

“Ketika saudara menyandang bintang di pundak, itu bukan sekadar penghormatan, tetapi juga perintah untuk menjaga rakyat dengan segenap jiwa dan raga. Dan jika saatnya tiba, pengorbanan itu harus kita berikan tanpa keraguan,” imbuhnya.

Kehadiran Para Pejabat Tinggi

Para petinggi keamanan negara, turut menghadiri Rapim TNI-POLRI 2025 ini, di antaranya Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Tonny Harjono, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Dengan arahan dari Presiden, harapannya TNI dan Polri semakin solid dalam menjalankan tugasnya sebagai garda terdepan penjaga kedaulatan negara. Keberadaan mereka bukan hanya sebagai alat negara, tetapi juga sebagai harapan dan pelindung rakyat.

 

Sumber : (BPMI Setpres)

banner 325x300

Respon (0)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *