Jakarta, kondusif.inewsciamis.com/ — Pemerintah memperkuat strategi penciptaan lapangan kerja melalui Program Magang Nasional, sebuah terobosan untuk membantu para fresh graduate memperoleh pengalaman kerja dan meningkatkan daya saing.
Pada tahap pertama, program ini menampung 20 ribu lulusan perguruan tinggi dengan masa kelulusan maksimal satu tahun.
Para peserta akan ditempatkan di perusahaan swasta, BUMN, lembaga pemerintah, hingga Bank Indonesia.
“Kita ingin anak-anak muda punya pengalaman kerja nyata. Kalau performanya bagus, bisa langsung direkrut oleh perusahaan tempat magang,” ujar Mensesneg Prasetyo Hadi dalam peluncuran program tersebut.
Pemerintah menjamin seluruh peserta memperoleh uang saku sesuai upah minimum kabupaten/kota (UMK).
Kemudian, jaminan kehilangan pekerjaan (JKP) dan jaminan kematian (JKM) tanpa potongan.
Antusiasme publik pun tinggi. Hingga pertengahan Oktober 2025, tercatat 1.668 perusahaan telah menyiapkan 26.181 posisi magang, dan 156.159 pelamar telah mendaftar.
Prasetyo menambahkan, pada gelombang kedua bulan November mendatang, pemerintah akan menambah kuota menjadi 80 ribu peserta.
“Program ini bukan sekadar magang, tapi bagian dari transformasi dunia kerja nasional. Kita ingin generasi muda punya pengalaman, siap bersaing, dan berkontribusi bagi ekonomi bangsa,” tegasnya.
Dengan hadirnya Program Magang Nasional, pemerintah berharap dapat mempercepat penyerapan tenaga kerja muda.
Sekaligus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di Indonesia.
Dalam kesempatan itu Pemerintah juga meluncurkan Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat (BLT Kesra).
Untuk memperkuat daya beli masyarakat berpenghasilan rendah.
Program ini menyasar 35 juta keluarga penerima manfaat (KPM) yang tercatat dalam desil 1 hingga 4 berdasarkan Data Sosial Ekonomi Nasional (DSEN).
Masing-masing keluarga akan menerima Rp300 ribu per bulan selama tiga bulan.
Bantuan tersebut di luar BLT reguler yang disalurkan melalui Kementerian Sosial kepada 20,88 juta KPM.


















