banner 728x250
News  

Program Bedah Rumah Nasional Dimulai, Jabar Dapat Jatah 40.000 Unit

banner 120x600
banner 468x60

Bandung,kondusif.inewsciamis.com/,- Bedah Rumah Nasional, Kabar baik bagi warga Jawa Barat! Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait resmi menabuh genderang dimulainya program bedah rumah besar-besaran di Tanah Pasundan.

​Momentum ini juga menandai langkah nyata program Presiden RI Prabowo Subianto untuk menghadirkan hunian layak bagi rakyat kecil.

banner 325x300

Secara simbolis, aksi renovasi ini dimulai dari 10 rumah warga di Kampung Kiaraeunyeuh, Desa Banyusari, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung, pada Senin malam (13/4/2026).

​”Dengan ini saya resmikan dimulainya renovasi 40.000 rumah di Jabar, bantuan dari program bedah rumah Kementerian PKP,” seru pria yang akrab disapa KDM ini saat meninjau langsung hunian milik Ibu Lis Mulyani, salah satu penerima manfaat.

​KDM Beri Kejutan Tambahan Modal

​Suasana haru juga menyelimuti lokasi saat KDM melihat langsung kondisi rumah Lis yang sehari-harinya menyambung hidup sebagai penjahit.

Tak hanya meresmikan renovasi, KDM juga spontan merogoh kocek pribadi untuk menambah bantuan bagi sang penjahit.

​”Dari Menteri PKP sebesar Rp 20 juta, insyaallah dari saya ada tambahan Rp 20 juta lagi. Ini buat tambah modal usaha menjahitnya,” ujar KDM yang disambut senyum sumringah sang pemilik rumah.

​Lis Sumiati pun tak kuasa membendung rasa syukur.

Ia berkali-kali mengucapkan terima kasih kepada KDM dan Maruarar Sirait atas bantuan ganda yang diterimanya.

​”Terima kasih, semoga menjadi berkah amal ibadah buat Bapak KDM dan Pak Menteri,” ucap Lis lirih.

​Jawa Barat Jadi Prioritas Nasional

​Sementara itu, Menteri PKP Maruarar Sirait membeberkan bahwa tahun ini pemerintah memasang target ambisius untuk membedah 400.000 unit rumah tidak layak huni (Rutilahu) di seluruh Indonesia.

Menariknya, Jawa Barat juga mendapatkan porsi jumbo dalam program ini.

​”Tahun ini terbanyak ada di Jabar, mencapai hampir 40.000 unit,” ungkap Maruarar.

​Setiap unit rumah mendapatkan kucuran dana Rp 20 juta untuk belanja bahan bangunan dan upah tukang.

Namun, Maruarar menegaskan bahwa program ini bukan sekadar bagi-bagi uang, melainkan upaya menggerakkan ekonomi akar rumput melalui skema Tender Rakyat BSPS (Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya).

​Tender Rakyat: Transparan dan Lebih Hemat

​Melalui sistem ini, 10 penerima manfaat dalam satu kelompok akan mengundang tiga UMKM toko bangunan terdekat untuk berkompetisi memberikan harga terbaik. Hasilnya? Efisiensi anggaran pun tercipta.

​Sebagai contoh di Desa Banyusari, dari total anggaran Rp 175 juta untuk 10 rumah, UMKM pemenang tender sanggup mengerjakan proyek hanya dengan pagu Rp 164 juta.

Sisa penghematan tersebut nantinya bisa dialokasikan kembali untuk menambah material bangunan sesuai kebutuhan warga.

​”Program ini berpotensi mendorong perputaran ekonomi di daerah serta menghadirkan keadilan bagi masyarakat berpenghasilan rendah,” tambah Maruarar optimis.

​Senada dengan pemerintah pusat, Bupati Bandung Dadang Supriatna melaporkan bahwa khusus di wilayahnya.

Alokasi bedah rumah BSPS akan menyasar 966 unit rumah tidak layak huni.

Ribuan rumah tersebut tersebar di 63 desa di 23 kecamatan di Kabupaten Bandung.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *