banner 728x250

Preman Bawa Sajam Palak Bus Pariwisata, Polsek Pameungpeuk Bertindak Cepat: Pelaku Diamankan Sebelum Diamuk Massa

banner 120x600
banner 468x60

Bandung, kondusif.inewsciamis.com/ – Respons cepat Polsek Pameungpeuk, Polresta Bandung Polda Jabar, patut diapresiasi. Seorang terduga pelaku pemerasan dan pengancaman terhadap sopir bus pariwisata berhasil diamankan setelah aksinya nyaris memicu amukan massa di wilayah Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung.

Terduga pelaku berinisial JAP (26), warga Banjaran, diamankan usai melakukan aksi premanisme bersama dua rekannya di Kampung Carik, Desa Batukarut, Minggu (6/4/2025). JAP tertangkap warga dalam kondisi membawa senjata tajam jenis golok.

banner 325x300

Kapolresta Bandung, Kombes Pol Aldi Subartono, melalui Kapolsek Pameungpeuk AKP Asep Dedi, SH., menyampaikan bahwa penangkapan tersebut merupakan hasil dari laporan cepat masyarakat yang langsung ditindaklanjuti secara humanis oleh jajaran kepolisian.

“Kami telah mengamankan terduga pelaku aksi premanisme yang melakukan pemalakan dan pengancaman terhadap bus pariwisata. Penangkapan dilakukan sebelum pelaku diamuk warga yang geram atas kejadian itu,” ujar AKP Asep Dedi, Selasa (8/4/2025).

Kejadian bermula ketika bus pariwisata berhenti di pinggir jalan wilayah Batukarut. JAP bersama dua temannya yang berboncengan motor tiba-tiba menghampiri dan meminta rokok pada sopir bus. Setelah ditolak, situasi memanas hingga terdengar teriakan dari dalam bus yang menarik perhatian warga sekitar.

Warga yang berdatangan langsung mengepung pelaku. Dalam kondisi terdesak, dua dari tiga pelaku sempat melarikan diri. Namun JAP berhasil diamankan warga, sementara satu rekannya ikut tertangkap saat berusaha membela JAP. Satu pelaku lainnya masih dalam pengejaran.

Piket gabungan dari Polsek Pameungpeuk segera turun ke lokasi untuk mengamankan situasi dan membawa pelaku ke Mapolsek guna proses penyidikan lebih lanjut. Barang bukti berupa golok juga diamankan dari tubuh pelaku.

“Terduga JAP saat ini kami tahan untuk pendalaman kasus. Kami juga telah mengamankan barang bukti dan memintai keterangan dari para saksi di lapangan,” tambah AKP Asep.

AKP Asep Dedi menegaskan, Polri tidak akan memberi ruang bagi aksi premanisme di wilayah hukum Polresta Bandung. Keamanan dan kenyamanan masyarakat menjadi prioritas utama.

“Premanisme adalah musuh bersama. Kami tegaskan, Polri akan bertindak tegas terhadap segala bentuk aksi yang meresahkan masyarakat. Terima kasih kepada warga yang berani melaporkan dan turut membantu penangkapan,” pungkasnya.***

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *