banner 728x250
News  

Prabowo Groundbreaking Proyek Hilirisasi Tahap II Senilai Rp116 Triliun

Sumber foto: BPMI Setpres
Sumber foto: BPMI Setpres
banner 120x600
banner 468x60

CILACAP,kondusif.inewsciamis.com/,- Presiden Prabowo Subianto resmi menekan tombol groundbreaking Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II di Refinery Unit IV Cilacap, Jawa Tengah, Rabu, (29/4/2026).

Langkah ini bukan sekadar seremoni konstruksi, melainkan pernyataan politik ekonomi Jakarta untuk menyapih ketergantungan pada ekspor bahan mentah.

banner 325x300

​Suasana khidmat menyelimuti lokasi acara saat lagu Indonesia Raya berkumandang, disusul doa bersama yang memohon kelancaran megaproyek ini.

Tak lama kemudian, sebuah video presentasi membedah cetak biru proyek yang bakal menjadi tulang punggung baru industri nasional tersebut.

​Dalam pidatonya yang lugas, Presiden Prabowo menegaskan bahwa hilirisasi adalah harga mati bagi kedaulatan ekonomi.

Baginya, Indonesia tidak boleh lagi hanya menjadi penonton saat kekayaan alamnya dikeruk dan diolah di negeri orang.

​”Hilirisasi adalah jalan menuju kebangkitan bangsa. Hari ini kita memulai tahap kedua yang mencakup 13 proyek strategis senilai Rp116 triliun,” ujar Prabowo.

Ia merinci bahwa investasi jumbo tersebut tersebar di tiga sektor krusial: lima proyek energi, lima proyek mineral, dan tiga proyek pertanian.

​Katalisator Danantara

​Sebelum Prabowo naik podium, Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala BPI Danantara, Rosan Roeslani, memberikan laporannya.

Rosan memposisikan proyek tahap II ini sebagai kelanjutan dari ambisi pemerintah untuk memperkuat ekosistem industri dari hulu ke hilir.

​Menurut Rosan, pengelolaan aset negara melalui Danantara harus berfungsi sebagai katalisator.

“Ini adalah awal dari lompatan besar. Kita ingin Indonesia tidak hanya kaya secara alam, tapi juga berdaulat dalam pengolahan dan sejahtera dalam hasilnya,” tuturnya.

​Peta Jalan 13 Proyek

​Proyek-proyek yang masuk dalam daftar “buku putih” tahap II ini dirancang untuk memperkuat rantai pasok nasional.

Berikut adalah sebaran amunisi ekonomi baru tersebut:

​Sektor Energi: Pemerintah menggenjot pembangunan kilang gasoline di Dumai dan Cilacap, serta memperluas tangki BBM di Palaran, Biak, dan Maumere.

Selain itu, fasilitas produksi DME berkapasitas 1,4 juta ton per tahun akan dibangun di Tanjung Enim untuk menekan impor Elpiji.

​Sektor Mineral: Fokus tertuju pada manufaktur baja nirkarat di Morowali dan baja karbon di Cilegon.

Sementara itu, Karawang akan menjadi pusat aspal Buton, dan Gresik mengunci hilirisasi tembaga serta emas.

​Sektor Pertanian & Perkebunan: Sawit di Sei Mangkei akan disulap menjadi oleofood dan biodiesel.

Sementara di Maluku Tengah, komoditas pala dan kelapa akan diolah menjadi produk bernilai tinggi seperti oleoresin, MCT, hingga karbon aktif.

​Dengan suntikan modal masif dan sebaran wilayah yang luas, pemerintah berharap proyek ini menjadi fondasi bagi Indonesia untuk naik kelas dalam persaingan global.

Kini, publik menanti apakah ambisi di atas kertas ini mampu diterjemahkan menjadi kemakmuran nyata di lapangan.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *