banner 728x250

Prabowo Dorong Sosialisasi Masif Kebijakan Perumahan Prorakyat

banner 120x600
banner 468x60

Jakarta, KONDUSIF – Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong kebijakan prorakyat, khususnya di sektor perumahan. Dalam pertemuannya dengan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (19/3/2025), Prabowo menginstruksikan agar berbagai kebijakan yang meringankan masyarakat segera disosialisasikan secara luas hingga ke daerah-daerah.

Maruarar menjelaskan bahwa kebijakan yang dimaksud mencakup pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dari 5 persen menjadi 0 persen, penghapusan retribusi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), serta Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang ditanggung pemerintah hingga Juni 2025.

banner 325x300

“Presiden ingin kebijakan ini benar-benar sampai ke masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), sehingga mereka bisa segera menikmatinya,” ujar Maruarar dalam konferensi pers usai pertemuan.

Perumahan Subsidi dan Wisma Atlet Pademangan

Selain membahas kebijakan baru, Maruarar juga melaporkan perkembangan proyek perumahan yang sedang berjalan. Salah satunya adalah Wisma Atlet di Pademangan, Jakarta. Tiga tower nomor 8, 9, dan 10, telah rampung dan siap diserahterimakan.

“Sudah selesai, nanti akan dihuni oleh masyarakat dan ASN, dengan distribusinya dikelola oleh Mensesneg,” jelasnya.

Sementara itu, pembangunan rumah subsidi terus digenjot. Hingga Maret 2025, lebih dari 130 ribu unit rumah telah dibangun dan tersalurkan, baik dalam proses pembangunan, akad, maupun distribusi kredit. Namun, Prabowo menekankan bahwa subsidi bukan berarti mengorbankan kualitas.

“Rumah subsidi harus tetap berkualitas. Tidak boleh asal bangun, karena kalau tidak berkualitas, yang dirugikan adalah rakyat,” kata Maruarar mengutip arahan Presiden.

Perumahan untuk TNI, Polri, dan Guru

Pemerintah juga mempercepat pembangunan rumah bagi anggota TNI Angkatan Darat dan Polri. Hingga saat ini, 5.760 unit rumah telah dibangun di berbagai daerah seperti Brebes, Bogor, Bantul, Bekasi, dan Serang. Sementara itu, Polri mendapat alokasi 14.389 unit rumah di Karawang.

Tak hanya itu, program perumahan bagi guru juga menjadi perhatian. Pada 25 Maret 2025 mendatang, pemerintah akan menyerahkan kunci rumah bagi para pendidik di berbagai daerah, termasuk Bogor, Makassar, Aceh, Medan, Pontianak, Kupang, Bangkalan Madura, dan Jayapura. Total ada 20 ribu unit rumah yang disiapkan, dengan 250 unit akan diserahkan secara simbolis dalam acara tersebut.

Optimalisasi Aset Negara dan Pembentukan BP3

Sebagai bagian dari strategi percepatan pembangunan perumahan, Presiden Prabowo juga meminta agar aset-aset negara dimanfaatkan secara maksimal. Lahan-lahan milik BUMN, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, serta eks aset BLBI diinstruksikan untuk digunakan dalam pembangunan perumahan rakyat.

Pemerintah juga segera membentuk Badan Percepatan Penyelenggaraan Perumahan (BP3) sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Cipta Kerja. Maruarar menegaskan bahwa keberadaan BP3 bertujuan untuk menegakkan prinsip hunian berimbang.

“Jika seorang pengembang membangun satu rumah mewah, dia wajib membangun dua rumah menengah dan tiga rumah sederhana. Ini adalah bentuk nyata keadilan sosial yang dicanangkan pemerintah,” pungkasnya.

Kebijakan ini menjadi bukti bahwa pemerintahan Prabowo serius dalam memastikan masyarakat berpenghasilan rendah dapat memiliki hunian layak dengan biaya yang lebih ringan. Sosialisasi yang masif dan implementasi yang tepat akan menjadi kunci keberhasilan program ini.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *