Oleh: Tim Kondusif
Kemiskinan masih menjadi salah satu tantangan besar di Kabupaten Ciamis. Berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) tahun 2023 yang dikelola oleh Kementerian Sosial, tercatat sebanyak 785.415 jiwa dari 306.330 keluarga masuk dalam kategori penerima bantuan sosial.
Dari data yang tercatat dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Ciamis 2025, tiga kecamatan dengan jumlah penduduk miskin terbanyak adalah Ciamis, Pamarican, dan Panumbangan.
1. Kecamatan Ciamis – 49.735 Jiwa (19.535 Keluarga)
Sebagai pusat pemerintahan, Kecamatan Ciamis memiliki jumlah penduduk yang besar, sehingga tidak mengherankan jika angka kemiskinan di daerah ini juga tinggi. Meski merupakan wilayah dengan fasilitas dan akses yang lebih baik dibanding kecamatan lain, kemiskinan di Kecamatan Ciamis masih menjadi tantangan besar. Faktor seperti urbanisasi dan ketimpangan ekonomi menjadi penyebab utama masih tingginya angka ini.
2. Kecamatan Pamarican – 45.948 Jiwa (19.676 Keluarga)
Kecamatan Pamarican berada di urutan kedua dengan jumlah penduduk miskin terbanyak. Berada di wilayah selatan Ciamis, Pamarican memiliki keterbatasan akses ekonomi dan infrastruktur dibanding kecamatan yang lebih dekat dengan pusat kota. Banyak penduduknya yang menggantungkan hidup dari sektor pertanian dan pekerjaan informal, yang rentan terhadap fluktuasi ekonomi dan cuaca.
3. Kecamatan Panumbangan – 46.881 Jiwa (16.826 Keluarga)
Menyusul di posisi ketiga, Kecamatan Panumbangan juga mencatat angka kemiskinan yang cukup tinggi. Meskipun terkenal dengan hasil pertaniannya, banyak warga yang masih masuk dalam kategori penerima bantuan sosial. Kurangnya diversifikasi ekonomi dan lapangan kerja di sektor lain menjadi tantangan utama dalam mengurangi angka kemiskinan di daerah ini.
Upaya Pemerintah dalam Menekan Kemiskinan
Meningkatnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Ciamis dari 71,45 poin (2022) menjadi 72,05 poin (2023) menunjukkan adanya progres dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat. Namun, tantangan besar masih ada, terutama dalam meningkatkan taraf hidup kelompok masyarakat miskin.
Beberapa program yang telah dilakukan pemerintah Kabupaten Ciamis untuk mengatasi kemiskinan antara lain:
- Peningkatan akses pendidikan dan kesehatan, dengan harapan meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal.
- Program bantuan sosial dan ekonomi, seperti bantuan langsung tunai (BLT), pelatihan keterampilan, dan bantuan modal usaha bagi kelompok miskin.
- Peningkatan infrastruktur di daerah tertinggal, agar masyarakat di pelosok memiliki akses lebih baik ke peluang ekonomi.
Meski berbagai upaya telah dilakukan, data DTKS menunjukkan bahwa tantangan pengentasan kemiskinan masih perlu mendapatkan perhatian lebih serius. Pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat perlu terus bekerja sama untuk menurunkan angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan warga Kabupaten Ciamis.
Bagaimana menurut Anda? Apakah program yang ada sudah cukup efektif? Bagikan pendapat Anda di kolom komentar!









Respon (0)