banner 728x250

Polri Gerak Cepat Tangkap Penjambret Warga Prancis, Pemerintah Prancis Beri Apresiasi

banner 120x600
banner 468x60

Jakarta, kondusif.inewsciamis.com/ – Pemerintah Prancis mengapresiasi gerak cepat Polri dalam menangani kasus penjambretan yang menimpa salah satu warganya, Marion Parent (41), dan anaknya di kawasan Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta Utara. Atase Kepolisian Kedubes Prancis di Jakarta, Commandant De Police Chassot, memuji respons cepat Polres Pelabuhan Tanjung Priok dalam mengungkap kasus ini.

Polri Dapat Pujian dari Pemerintah Prancis

Dalam konferensi pers yang digelar di Polres Pelabuhan Tanjung Priok pada Kamis (20/3/2025), Chassot menyampaikan rasa terima kasihnya atas profesionalisme dan dedikasi Polri dalam menangani kasus ini.

banner 325x300

Pemerintah Prancis mengucapkan terima kasih atas kerja luar biasa dari kepolisian nasional Indonesia, khususnya Kepolisian Tanjung Priok, atas upaya luar biasa mereka,” ujar Chassot.

Menurutnya, pengungkapan kasus ini menunjukkan dedikasi tinggi dari tim penyidik Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok. Dia menegaskan bahwa keamanan warga Prancis di Indonesia menjadi perhatian penting bagi pemerintah negaranya.

“Sebagai seorang perwira polisi dan mantan jaksa, saya memahami besarnya kerja dan dedikasi yang dibutuhkan untuk menyelesaikan kasus ini. Anda boleh bangga dengan kerja tim dan kerja anda,” kata Chassot kepada Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Martuasah Tobing dan Kasat Reskrim AKP I Gusti Ngurah Putu Krisnha.

Kronologi Kejadian: Penjambretan di Tembok Laut Marina Pos 6

Peristiwa penjambretan terjadi pada Rabu (5/3/2025) di tembok laut Marina Pos 6, Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta Utara. Saat itu, korban Marion Parent bersama anaknya tengah berburu foto suasana di sekitar tanggul laut.

Saat asyik memotret, tiba-tiba beberapa orang datang menghampiri mereka. Para pelaku meminta sejumlah uang dan bahkan menodongkan pisau ke arah anak korban. Karena korban menolak, salah satu pelaku menarik paksa kamera yang tergantung di tubuhnya, lalu melarikan diri.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami trauma dan segera melaporkan insiden itu ke Polres Pelabuhan Tanjung Priok.

Polres Pelabuhan Tanjung Priok Tangkap 8 Tersangka

Menindaklanjuti laporan korban, Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok bergerak cepat melakukan penyelidikan. Hasilnya, tiga pelaku utama yang merupakan buruh bongkar ikan berhasil ditangkap.

Tak berhenti di situ, polisi kemudian menangkap empat orang lainnya yang berperan sebagai penadah barang hasil kejahatan. Mereka adalah SG, BD, FH, dan ADP. Terakhir, satu tersangka buron berinisial IM juga berhasil diamankan, sehingga total tersangka dalam kasus ini berjumlah delapan orang.

Prancis dan Indonesia Perkuat Kerja Sama Keamanan

Atase Kepolisian Prancis, Chassot, menegaskan bahwa pengungkapan kasus ini menjadi bukti pentingnya kerja sama antara aparat keamanan kedua negara.

“Keamanan warga negara Prancis adalah prioritas bagi kami. Kami mengapresiasi kerja sama yang sangat baik antara kepolisian Indonesia dan korban,” ujar Chassot.

Selain itu, ia juga menyoroti hubungan strategis antara Indonesia dan Prancis di kawasan Indo-Pasifik. Menurutnya, kedua negara memiliki visi yang sama dalam menjaga perdamaian dan stabilitas global.

Kami memiliki tujuan yang sama, yaitu memajukan perdamaian dan stabilitas. Oleh karena itu, kami akan terus melanjutkan kemitraan, khususnya di bidang keamanan,” tutupnya.

Keberhasilan Polri dalam mengungkap kasus ini tidak hanya menunjukkan profesionalisme aparat penegak hukum, tetapi juga memperkuat citra positif Indonesia dalam menjaga keamanan warga asing di tanah air.***

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *