banner 728x250
News  

Polres Ciamis Didatangi Ratusan Santri, Desak Kasus Pelemparan Batu Diusut Tuntas

banner 120x600
banner 468x60

Ciamis,kondusif.inewsciamis.com/,- Kasus Pelemparan Batu Ciamis, Ratusan santri yang tergabung dalam Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) menggeruduk Mapolres Ciamis, Rabu (15/4/2026) siang.

Massa menuntut kepolisian segera menangkap pelaku pelemparan mobil operasional Ponpes Al Hasan yang diduga dilakukan oleh oknum geng motor.

banner 325x300

​Pantauan di lokasi, gelombang massa mulai membanjiri kawasan Ponpes Al Hasan di Jalan Jenderal Ahmad Yani sejak pukul 13.00 WIB.

Tak hanya menggunakan kendaraan pribadi, para santri datang menumpang mobil bak terbuka hingga truk besar. Semangat mereka membara menyusul seruan “Santri Ciamis Siaga 1”.

​Tepat pukul 14.30 WIB, massa mulai bergerak melakukan long march menuju Mapolres Ciamis.

Sepanjang perjalanan, gema selawat dan yel-yel solidaritas terus berkumandang.

Setibanya di gerbang Polres sekitar pukul 15.00 WIB, massa langsung menggelar orasi di bawah pengawalan ketat aparat.

​”Tujuan kita bukan untuk anarkis, santri harus jadi teladan. Kita datang untuk bersilaturahmi dengan Kapolres baru sekaligus meminta keadilan. Tuntaskan urusan pelemparan mobil kyai kami!” teriak salah satu orator di atas mobil komando.

​Aksi ini dipicu oleh insiden pelemparan batu di ruas jalan Jembatan Cimari, Cikoneng, pada Minggu (12/4) dini hari.

Saat itu, mobil Hiace milik Ponpes Al Hasan yang dikemudikan Andi Firmansyah dilempar batu oleh orang tak dikenal hingga mengalami kerusakan.

Para santri menduga pelakunya adalah anggota geng motor, serupa dengan insiden yang pernah menimpa pimpinan pesantren beberapa waktu lalu.

​Dialog dan Ultimatum 2×24 Jam

Di tengah aksi, sejumlah pimpinan pondok pesantren dan tokoh ulama masuk ke ruang diskusi untuk berdialog dengan pihak kepolisian.

Sementara di luar, massa tetap tertib. Memasuki waktu Ashar, orator menghentikan orasi dan mengumandangkan azan di halaman Mapolres, mengajak massa salat berjamaah di masjid sekitar.

Usai dialog, perwakilan ulama, H. Wawan, menyampaikan hasil pertemuan kepada massa.

Ia menyebut polisi telah memperlihatkan rekaman CCTV di titik kejadian, namun identitas pelaku masih dalam penelusuran.

​”Intinya kita mendorong penegak hukum lebih semangat mengusut tuntas. Kita beri waktu 2×24 jam agar pelaku tertangkap. Apabila tidak, jangan salahkan jika kami melakukan sweeping geng motor,” tegas H. Wawan disambut takbir para santri.

​Respons Kepolisian: Terkendala Minim Cahaya

Sementara itu, Kapolres Ciamis AKBP H. Hidayatullah melalui Wakapolres Kompol Sujana mengapresiasi dukungan moril para santri.

Ia membenarkan adanya kendala dalam mengidentifikasi pelaku lewat rekaman CCTV.

​”Kendaraan korban memang terlihat melintas di TKP, namun untuk terduga pelaku yang menggunakan motor masih kami dalami. Kendala di lapangan adalah situasi TKP yang cukup gelap karena minim penerangan,” ujar Kompol Sujana.

​Sujana pun mengimbau kepada terduga pelaku untuk segera menyerahkan diri.

Ia juga meminta masyarakat memanfaatkan layanan Call Center 110 jika melihat aksi kriminalitas agar polisi bisa merespons cepat.

​Aksi Bersih Sampah

Menjelang petang, massa santri mulai membubarkan diri dengan tertib. Namun sebelum meninggalkan lokasi, sebuah pemandangan sejuk terlihat.

Para santri kompak memungut sampah bekas air mineral hingga puntung rokok di halaman Mapolres Ciamis.

​”Kami tunjukkan solidaritas. Ibarat satu tubuh, jika satu tersakiti, semua merasa sakit. Ciamis harus kondusif, dan kami siap bersinergi dengan polisi,” pungkas salah satu peserta aksi sebelum naik ke atas truk.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *