Bandung, kondusif.inewsciamis.com/ — Sejak pagi buta, ratusan warga sudah berdatangan ke Lapang Tenis Mapolda Jabar, Rabu (13/8/2025). Sebagian datang dengan membawa tas belanja, sebagian lainnya menggendong anak atau menarik troli kecil. Mereka rela antre demi mendapatkan bahan pokok dengan harga yang jauh di bawah pasaran melalui Gerakan Pangan Murah yang digelar Polda Jawa Barat.
Program ini dipimpin langsung oleh Kapolda Jabar Irjen Pol. Rudi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H., bersama Pejabat Utama (PJU) Polda Jabar. Tidak hanya sekadar memantau, Kapolda juga menyapa warga satu per satu, menanyakan kebutuhan, bahkan membantu mengangkat karung beras milik seorang ibu lansia yang kesulitan membawanya.
“Untuk hari ini di Polda Jabar, kami mengundang komunitas-komunitas tertentu, khususnya yang berpenghasilan menengah ke bawah. Ada komunitas ojol, pesantren, hingga pembersih lingkungan. Dan sampai tanggal 17 nanti, masih banyak lagi yang akan kami undang,” ujar Kapolda.
Bahan pokok yang disediakan bukan hanya beras, tetapi juga gula, minyak goreng, tepung terigu, dan telur. Harga beras SPHP dibanderol Rp11.000 per kilogram, jauh di bawah harga eceran tertinggi di pasaran. Warga bisa membeli maksimal 10 kilogram per orang. Target pelayanan pun cukup ambisius: 1.000 orang per hari.
Di tengah antrean, terlihat wajah-wajah lega. Salah satunya Rina (38), seorang ibu rumah tangga asal Cibaduyut. Ia mengaku bisa menghemat hingga puluhan ribu rupiah dari pembelian hari ini.
“Beras sekarang mahal banget di pasar, jadi program ini luar biasa membantu. Saya bisa beli beras, gula, dan minyak sekaligus. Semoga sering diadakan,” tuturnya sambil tersenyum.
Sementara itu, Agus (45), seorang driver ojek online, datang bersama rekan-rekannya. Ia mengaku biasanya harus mengatur ketat pengeluaran dapur.
“Kalau harga di pasar naik, kami yang penghasilannya harian paling kerasa. Program ini bukan cuma meringankan, tapi bikin hati adem karena kita merasa diperhatikan,” ucapnya.
Menurut Kapolda, Gerakan Pangan Murah ini tidak hanya soal menekan harga, tetapi juga menjaga kestabilan pasokan menjelang perayaan HUT ke-80 RI. “Kalau harga pangan stabil, rasa aman di masyarakat juga ikut terjaga. Itu bagian dari menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif,” tegasnya.
Kegiatan yang berlangsung hingga 17 Agustus ini diharapkan bisa menjangkau lebih banyak warga di berbagai komunitas. Kapolda berpesan agar masyarakat bijak berbelanja, tidak menimbun, dan saling membantu menjaga ketersediaan pangan.
“Saya ingin semua lapisan masyarakat bisa merasakan manfaatnya. Semakin banyak yang terbantu, semakin kuat pula ketahanan ekonomi kita,” pungkasnya.***


















