Ciamis, Kondusif – Pemerintah Kabupaten Ciamis kembali menggelar program Pesantren Ramadan, pada 20 Maret 2025 di tahun ini yang memasuki edisi ketiga. Namun, ada sesuatu yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Untuk pertama kalinya, hadir Pesantren Jurnalis, sebuah program inovatif yang bertujuan memperkuat pemahaman keislaman para insan pers sekaligus membentuk karakter Islami yang lebih kokoh.
Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Ciamis, Dr. H. Andang Firman Triyadi, di Pondok Pesantren Darussalam. Sebelumnya, rangkaian Pesantren Ramadan telah diawali dengan pembukaan oleh Bupati Ciamis, Dr. H. Herdiat Sunarya, di Gedung KH Irfan Helmy Islamic Centre Ciamis.
Pesantren Jurnalis: Lebih dari Sekadar Ibadah
Dalam sambutannya, Sekda Ciamis menekankan bahwa mengikuti Pesantren Jurnalis bukan hanya soal menambah wawasan agama, tetapi juga tentang transformasi diri.
“Tidak semua orang mendapat kesempatan mengikuti program ini. Ini adalah panggilan hati yang digerakkan oleh Allah SWT. Saya sendiri belum pernah mengikuti pesantren sebelumnya, sehingga kesempatan ini menjadi kebanggaan tersendiri,” ujar Dr. Andang Firman Triadi.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas keagamaan, melainkan sebuah proses perubahan, baik dalam pola pikir maupun sikap sehari-hari.
“Momentum ini penting untuk kita bertransformasi. Dari pola pikir linier menjadi lebih luas. Dari yang belum baik menjadi lebih baik. Ini adalah kesempatan untuk mencari ilmu agama dan mengamalkannya dalam kehidupan,” tambahnya.
Peserta dan Pemateri: Belajar dari Ulama Terkemuka
Kegiatan ini rencananya diikuti oleh 40 orang, karena sebagian berhalangan hadir, peserta yang mengikuti berjumlah 32 orang jurnalis dari berbagai media, baik cetak, maupun online.
Mereka akan mendapatkan pembinaan langsung dari para ulama Ponpes Darussalam Ciamis, di antaranya, Dr. KH Fadlil Yani Ainusyamsi, MBA., M.Ag (Ang Icep) dan Dr. KH Wasdi Ijuddin
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Ciamis, Ihsan Rasyad, berharap kegiatan ini dapat berjalan lancar dan membawa manfaat serta keberkahan bagi para peserta.
Apresiasi dari Insan Pers
Inisiatif Pemkab Ciamis ini mendapat apresiasi tinggi dari komunitas jurnalis. Ketua Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia (IPJI) Ciamis, Kang Rifa’i, menyebut Pesantren Jurnalis sebagai terobosan positif.
“Sejauh yang saya tahu, Ciamis adalah daerah pertama di Jawa Barat, bahkan mungkin di Indonesia, yang menyelenggarakan pesantren Ramadan khusus untuk jurnalis. Ini langkah luar biasa,” ujarnya.
Ia berharap program ini bisa berlanjut di tahun-tahun mendatang dengan cakupan peserta yang lebih luas.
“Menuntut ilmu adalah kewajiban setiap Muslim. Dengan ilmu agama yang diperoleh di pesantren ini, para jurnalis diharapkan dapat mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus tetap menjunjung tinggi nilai-nilai Islam dalam karya jurnalistik mereka,” tambahnya.
Dengan adanya Pesantren Jurnalis, Pemkab Ciamis tidak hanya berupaya memperkuat karakter Islami di masyarakat umum, tetapi juga di kalangan insan pers. Ini adalah langkah strategis untuk mendorong terciptanya jurnalisme yang tidak hanya informatif, tetapi juga edukatif dan inspiratif.


















