Ciamis,kondusif.inewsciamis.com/,- Perpisahan AKBP Akmal, Dalam acara pisah sambut Kapolres Ciamis pada Senin malam (21/7/2025) di Aula Setda, AKBP Akmal, S.H., S.I.K., M.H., berpamitan dengan masyarakat dan pemerintah daerah.
Namun bukan sekadar serah terima jabatan, pidato pamitnya menggambarkan kedekatan emosional yang mendalam.
Dengan suara bergetar, ia menyampaikan bahwa selama 1,5 tahun menjabat, dirinya telah menemukan keluarga baru di Ciamis.
Ciamis Bukan Lagi Wilayah Tugas, Tapi Rumah Kedua
“Saya menemukan keluarga di sini,” ujar AKBP Akmal sambil menahan air mata. “Saya memposisikan Pak Bupati sebagai orang tua. Di Polres Ciamis, menmukan keluarga baru, bukan hanya rekan kerja.”
Ucapan itu bukan basa-basi. Akmal menuturkan bagaimana ia selalu hadir dalam berbagai kegiatan pemerintahan.
Bukan hanya sebagai pejabat formal, tetapi karena merasa bagian dari keluarga besar daerah ini.
“Kalau Pak Bupati ada acara, saya selalu hadir. Saya ingin masyarakat lihat bahwa kita akur, bahwa sinergi itu nyata. Bukan hanya penegak hukum, tapi juga pendukung pembangunan dan pelayan masyarakat,” katanya
Komitmen Tanpa Pamrih: “Saya Anak, Saya Manut”
Salah satu hal paling menyentuh adalah sikap rendah hati AKBP Akmal dalam memaknai hubungan dengan Pemerintah Kabupaten Ciamis.
Ia mengaku pernah menolak pembangunan fasilitas baru di Mapolres karena tahu kondisi keuangan daerah sedang sulit.
“Beliau (Pak Bupati) pernah janji akan bangun sarana di Polres. Tapi saya tahu diri, Ciamis sedang defisit. Saya bilang, ‘lebih baik untuk masyarakat dulu’. Saya ini anak, saya manut,” ucapnya tulus.
Ia menekankan bahwa kebijakannya selama menjabat bukan untuk kepentingan pribadi atau institusi semata.
Melainkan karena ia merasa bertanggung jawab secara moral untuk ikut memperjuangkan kesejahteraan masyarakat.
Tak Hanya Bertugas, Tapi Mengakar
“Saya sudah punya KTP Ciamis,” ujarnya disambut tepuk tangan hadirin.
“Bukan orang luar lagi. Saya bukan hanya bicara keamanan, tapi juga pembangunan, kebersamaan, dan kesejahteraan. Sudah mengakar di sini.”
Meski kini menjabat sebagai Wakapolres Depok, AKBP Akmal mengaku berat meninggalkan Ciamis.
Ia merasa masih banyak yang ingin ia kerjakan, terutama dalam membantu masyarakat yang masih berada di bawah garis kemiskinan.
“1,5 tahun itu terasa kurang. Tapi saya yakin, pengganti saya akan jauh lebih baik,” katanya.
Menutup pesannya, AKBP Akmal memohon maaf kepada seluruh masyarakat.
“Kalau masih ada warga Ciamis yang jadi korban kejahatan, mohon maaf. Saya sudah berusaha semaksimal mungkin menjaga keamanan dan ketertiban. Bukan orang sempurna, tapi terbuka untuk saling memaafkan.”
Ucapan itu disambut haru. Banyak tamu undangan yang meneteskan air mata, termasuk Bupati Herdiat yang menyebut kehadiran Akmal selama ini sebagai “sosok yang penuh dukungan tanpa diminta”.
Dengan kepergian AKBP Akmal, bukan hanya seorang pemimpin yang berpamitan, tetapi juga seorang ‘anak daerah’ yang meninggalkan rumah keduanya.
Namun warisan emosional dan nilai kebersamaan yang ia tanamkan akan terus hidup di Ciamis.


















