banner 728x250
News  

BMKG Siaga, Indonesia Masuk Fase Musim Hujan Teraktif dalam Tiga Tahun Terakhir

banner 120x600
banner 468x60

Jakarta,kondusif.inewsciamis.com/,- Peringatan BMKG Musim Hujan,- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk waspada. Indonesia kini memasuki fase musim hujan paling aktif dalam tiga tahun terakhir.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan, curah hujan tinggi melanda sebagian besar wilayah Indonesia.

banner 325x300

Kondisi ini disebabkan oleh kombinasi langka berbagai fenomena atmosfer yang bekerja bersamaan.

“Hujan sedang hingga sangat lebat dengan curah 80–150 mm per hari sudah terjadi di sejumlah wilayah. Ini tanda musim hujan kali ini sangat aktif,” ujarnya di Jakarta, Sabtu (1/11).

Menurut Dwikorita, sekitar 43,8% wilayah Indonesia atau 306 Zona Musim telah memasuki musim hujan.

Aktivitas monsun Asia, suhu muka laut hangat, serta uap air yang tinggi memperkuat pembentukan awan hujan di berbagai daerah.

Kombinasi Fenomena Atmosfer Picu Hujan Ekstrem

BMKG mencatat, aktivitas atmosfer kali ini jauh lebih kompleks dibanding musim hujan dua tahun terakhir.

Fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO), Gelombang Rossby, dan Gelombang Kelvin aktif secara bersamaan.

“Fenomena-fenomena ini memperkaya uap air di atmosfer dan mempercepat pertumbuhan awan hujan. Dampaknya, hujan bisa turun lebih lebat dan lebih sering,” jelasnya.

BMKG juga mengamati suhu muka laut di sekitar perairan Indonesia yang tetap hangat.

Kondisi itu menambah pasokan energi dan uap air di lapisan udara rendah, sehingga memperkuat potensi pembentukan awan hujan masif.

Siklon Tropis dan Tekanan Rendah Mulai Terbentuk

Selain fenomena atmosfer, Dwikorita menuturkan periode November ini bertepatan dengan awal musim siklon tropis di selatan Indonesia.

Potensi terbentuknya sistem tekanan rendah di sekitar Samudra Hindia perlu diwaspadai.

“Angin kencang, hujan lebat, dan gelombang tinggi bisa terjadi di pesisir Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara,” katanya.

BMKG memperingatkan masyarakat pesisir, nelayan, dan operator kapal agar memperhatikan prakiraan cuaca harian sebelum melaut.

BMKG Lakukan Operasi Modifikasi Cuaca

Sebagai langkah mitigasi, BMKG bersama BNPB telah melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah rawan bencana seperti Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Yogyakarta.

“OMC dilakukan sejak akhir Oktober. Hasilnya cukup efektif dalam mengurangi curah hujan ekstrem dan mengarahkan hujan ke wilayah aman,” ungkap Dwikorita.

Di Jawa Tengah, operasi dilakukan dari Posko Semarang dan Solo menggunakan dua pesawat Cessna Caravan.

Sementara di wilayah barat, operasi berlangsung dari Posko Jakarta dan telah melakukan 29 sorti penerbangan.

La Nina Lemah, Tapi Cuaca Tetap Aktif

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menjelaskan bahwa tanda-tanda La Nina lemah mulai muncul sejak September.

Namun, fenomena ini tidak terlalu memengaruhi curah hujan nasional.

“Dampak La Nina lemah relatif kecil. Yang membuat musim hujan kali ini lebih aktif adalah kombinasi fenomena atmosfer dan kondisi laut kita sendiri,” terangnya.

BMKG memprediksi puncak musim hujan akan berlangsung dari November 2025 hingga Februari 2026.

Pada periode tersebut, curah hujan tinggi berpotensi memicu banjir, longsor, dan angin kencang di banyak wilayah.

Imbauan Kesiapsiagaan dari BMKG

Dwikorita mengimbau masyarakat agar meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem.

Warga di daerah rawan longsor, banjir, dan pesisir diharapkan memperhatikan informasi peringatan dini BMKG.

Selain itu, masyarakat disarankan tidak berteduh di bawah pohon atau baliho saat terjadi petir dan angin kencang.

Suhu panas siang hari juga masih mungkin terjadi, sehingga penting menjaga kesehatan dan asupan cairan tubuh.

Untuk memantau perkembangan cuaca, BMKG mendorong masyarakat memanfaatkan aplikasi InfoBMKG.

Aplikasi ini memberikan informasi prakiraan cuaca hingga tiga jam sebelum potensi ekstrem terjadi di seluruh kecamatan di Indonesia.

 

Sumber : Siaran Pers BMKG

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *