Ciamis,kondusif.inewsciamis.com/, Suasana berbeda terasa di Aula Dinas Pendidikan Ciamis, Kamis (17/04/2025). Bukan sekadar ajang salam-salaman pasca-Lebaran, ratusan perangkat desa dari berbagai kecamatan di Kabupaten Ciamis berkumpul untuk bersilaturahmi sekaligus menyampaikan langsung berbagai aspirasi kepada pemerintah daerah.
Acara yang digagas oleh Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Ciamis ini menjadi ruang terbuka dengan Bupati Ciamis Herdiat Sunarya.
“Kami menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemda, khususnya terkait kesejahteraan kami. Salah satu buktinya, siltap cair tepat waktu,” kata Ahmad Hilmawan, Ketua PPDI Ciamis.
Bahkan Ciamis jadi satu-satunya daerah di Jabar yang mencairkan siltap Januari tanpa dirapel,” ucapnya, menambahkan.
Namun, pertemuan ini tak hanya berisi pujian. Para ketua PPDI tingkat kecamatan juga menyampaikan sejumlah aspirasi dan harapan.
Mulai dari peningkatan pelayanan hingga dukungan terhadap tugas-tugas teknis di lapangan.
Foto: Bersama Keluaraga Besar PPDI Kabupaten Ciamis Bersama Bupati Herdiat, Kepala SKPD, Anggota DPRD Provinsi Jabar, Anggota DPRD Ciamis dan Perwakikan Camat di Aula Disdik
Menanggapi hal itu, Bupati Herdiat menyambut baik masukan-masukan tersebut.
Ia menyampaikan bahwa pemerintah daerah selalu terbuka terhadap kritik dan saran dari perangkat desa.
Namun di sisi lain, ia juga mengingatkan tantangan besar yang sedang dihadapi Pemda.
“Kita semua pelayan masyarakat. Saya paham, keinginan Bapak-Ibu harusnya segera direspons. Tapi realitanya, kondisi APBD kita belum stabil. Jadi mari kita cari solusi bersama, termasuk mendorong inovasi dan peningkatan PAD,” ujar Herdiat.
Menurutnya, kolaborasi yang kuat antara pemerintah desa dan daerah sangat penting demi pelayanan publik yang lebih maksimal.
Ia pun memastikan bahwa aspirasi yang disampaikan sudah dicatat dan akan jadi perhatian serius ke depan.
Silaturahmi akbar ini menjadi contoh bagaimana ruang dialog antara pemerintah daerah dan perangkat desa bisa lebih terbuka, jujur, dan penuh semangat kolaborasi tanpa harus terjebak dalam seremoni semata.***


















