banner 728x250
News  

Perang Melawan Narkoba: Sinergi Bea Cukai dan Polri Gagalkan Penyelundupan 470 Kg Sabu

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan bersama Kepolisian Republik Indonesia (Polri) sukses mengungkap enam kasus besar penyelundupan narkoba.

banner 120x600
banner 468x60

Jakarta, Kondusif – Upaya pemberantasan narkotika di Indonesia kembali menunjukkan hasil yang signifikan. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan bersama Kepolisian Republik Indonesia (Polri) sukses mengungkap enam kasus besar penyelundupan narkoba dalam kurun waktu Desember 2024 hingga Februari 2025. Dari operasi gabungan ini, aparat berhasil menyita total 470 kilogram sabu yang hendak diedarkan di berbagai wilayah.

Dalam konferensi pers yang digelar Direktorat Tindak Pidana (Dittipid) Narkoba Bareskrim Polri pada Rabu (5/3), Direktur Komunikasi dan Pengguna Jasa Bea Cukai, Nirwala Dwi Heryanto, menegaskan pentingnya sinergi antarinstansi dalam memberantas kejahatan narkotika.

banner 325x300

“Keberhasilan ini merupakan bukti nyata bahwa kerja sama antara Bea Cukai dan Polri semakin kuat demi melindungi masyarakat dari ancaman peredaran gelap narkoba. Dengan komitmen tinggi dan koordinasi yang solid, kami akan terus menjaga keamanan negara dari ancaman narkotika,” ujar Nirwala.

Salah satu kasus terbesar dalam operasi ini adalah pengungkapan 188 kilogram sabu di Aceh Tamiang. Modus yang digunakan para pelaku adalah penyelundupan lewat jalur laut menggunakan speedboat dengan sistem ship-to-ship. Tim gabungan yang terdiri dari Direktorat Interdiksi Narkotika, Kanwil Bea Cukai Aceh, Bea Cukai Langsa, dan NIC Bareskrim Polri berhasil melacak dan mencegat pengiriman tersebut. Setelah dilakukan pengejaran, petugas menemukan sembilan karung berisi 176 bungkus sabu yang disembunyikan di area perkebunan sawit.

Tak hanya itu, aparat juga berhasil menggagalkan penyelundupan 135 kilogram sabu di Lhokseumawe, 69 kilogram sabu di perairan Tanjung Balai Asahan, serta sejumlah kasus lainnya di Bengkalis, Riau, dan Aceh. Para pelaku diketahui menggunakan berbagai modus untuk menghindari deteksi, mulai dari menyamar sebagai nelayan, menyembunyikan narkotika dalam kemasan teh asal Tiongkok, hingga menggunakan speedboat untuk menghindari patroli aparat.

Dengan semakin kompleksnya pola penyelundupan, Bea Cukai menegaskan akan terus memperkuat strategi pengawasan dan intelijen dalam mencegah masuknya narkotika ke Indonesia.

“Kami berkomitmen untuk terus menjalankan fungsi sebagai community protector dengan menekan peredaran gelap narkoba bersama instansi penegak hukum lainnya. Sinergi antara Bea Cukai dan Polri akan terus ditingkatkan, sehingga setiap upaya penyelundupan dapat digagalkan dan masa depan bangsa terbebas dari ancaman narkoba,” tutup Nirwala.

Upaya bersama ini menjadi sinyal kuat bagi para pelaku kejahatan narkotika bahwa Indonesia tidak akan memberi ruang bagi peredaran barang haram tersebut. Perang melawan narkoba terus berlanjut, dan aparat penegak hukum akan terus berada di garda terdepan untuk melindungi generasi mendatang dari ancaman yang merusak ini.

banner 325x300

Respon (0)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *