Ciamis,kondusif.inewsciamis.com/,- Penyuluhan Gizi Sukamaju,- Dusun Sukamaju, Desa Sukajadi kembali membuktikan bahwa gerakan kesehatan masyarakat tak harus selalu datang dari institusi besar. Kadang, satu inisiatif dari warga bisa menyulut perubahan berarti.
Minggu pagi (6/7/2025), halaman Masjid Al-Jihad diramaikan oleh kader posyandu, ibu rumah tangga, hingga lansia yang berkumpul bukan untuk sekadar bersilaturahmi.
Melainkan mengikuti penyuluhan gizi gratis yang dipelopori oleh Bapak Sigit Diyan.
Didukung penuh oleh Pemerintah Dusun Sukamaju, RT dan RW setempat, serta dengan restu Kepala Desa Sukajadi.
Acara ini menjadi salah satu langkah konkret membangun kesadaran akan pentingnya gizi seimbang dalam kehidupan sehari-hari.
Kolaborasi Warga dan Pemerintah Dusun: Gerakan dari Akar Rumput
Inisiatif Bapak Sigit Diyan tidak lahir begitu saja. Berangkat dari kegelisahannya melihat rendahnya kesadaran gizi di masyarakat, beliau mulai merancang agenda ini sejak dua bulan lalu.
“Gizi bukan cuma soal makan enak. Banyak orang yang sebenarnya makan cukup, tapi gizinya tidak terpenuhi,” tutur Bapak Sigit di sela acara.
Gayung bersambut, para Ketua RT dan RW mendukung penuh langkah ini.
Mereka aktif mengundang warganya, bahkan menjemput sebagian lansia yang kesulitan datang sendiri.
Kepala Dusun Sukamaju, Bapak Andi Sumbis Irawan, dalam sambutannya menyampaikan penghargaan khusus:
“Kami sangat bangga atas inisiatif Bapak Sigit Diyan. Beliau bukan hanya peduli, tapi juga bergerak. Ini yang kita butuhkan di dusun: partisipasi aktif warga demi kemajuan bersama.”
Materi Gizi yang Praktis, Relevan, dan Mudah Dipahami
Acara penyuluhan menghadirkan seorang ahli gizi klinis, yang membawakan materi ringan namun sarat ilmu.
Mulai dari prinsip dasar piramida makanan seimbang, kebutuhan gizi setiap usia, hingga cara mengolah makanan agar gizinya tidak hilang saat dimasak.
Antusiasme warga sangat tinggi. Tak sedikit yang aktif bertanya, terutama seputar.
1. Pola makan anak susah makan sayur
2. Berat badan anak kurang ideal
3. Menu sehat untuk lansia
4. Konsumsi gula dan minyak harian
Konsultasi Personal: Jawaban Langsung untuk Masalah Gizi Warga
Usai sesi penyuluhan, acara berlanjut ke sesi konsultasi gizi personal.
Dalam format tanya jawab terbuka, warga diperbolehkan berkonsultasi langsung dengan ahli mengenai kasus spesifik yang mereka hadapi.
Seorang ibu membawa catatan menu anaknya yang susah makan.
Sementara itu, seorang lansia bertanya soal diet rendah garam.
Lebih lanjut, remaja putri ingin tahu pola makan untuk menjaga berat badan ideal tanpa diet ekstrem.
Setiap warga diberi waktu dan perhatian, tanpa ada kesan diburu waktu.
Solusi yang diberikan pun tidak muluk-muluk semuanya berbasis realitas dapur rumah tangga.
Langkah Kecil, Dampak Besar: Menuju Masyarakat yang Lebih Sehat
Lebih lanjut, kegiatan ini bukan yang pertama dan diharapkan bukan yang terakhir.
Dalam penutupan acara, Bapak Sigit Diyan menyampaikan harapannya agar kegiatan serupa bisa berlanjut secara berkala.
Namun, dengan tema berbeda: stunting, anemia, diabetes, hingga kesehatan ibu hamil.
“Yang penting bukan seberapa mewah acara ini, tapi seberapa lama ilmu yang dibawa bisa tinggal di dapur dan meja makan kita,” ujarnya mantap.
Dengan demikian, kegiatan ini menjadi contoh nyata bahwa perubahan besar bisa dimulai dari dusun kecil.
Tidak harus menunggu proyek besar atau bantuan luar negeri. Cukup dengan niat tulus, kerja sama, dan cinta pada sesama.


















