banner 728x250
News  

Presiden Prabowo Saksikan Penyerahan Rp13,25 Triliun Uang Pengganti Kasus Korupsi Ekspor CPO

banner 120x600
banner 468x60

JAKARTA, kondusif.inewsciamis.com/,- Penyerahan Rp 13 T Ekspor CPO, Presiden Prabowo Subianto menyaksikan secara langsung penyerahan uang pengganti kerugian negara senilai Rp13,25 triliun dari Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan.

Penyerahan itu merupakan hasil perkara korupsi fasilitas ekspor crude palm oil (CPO) dan turunannya.

banner 325x300

Acara berlangsung di Gedung Utama Kejaksaan Agung RI, Jakarta, Senin (20/10/2025).

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi tinggi atas kerja keras seluruh jajaran Kejaksaan Agung.

Ia menilai keberhasilan pemulihan keuangan negara ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam memerangi korupsi dan menegakkan keadilan ekonomi.

“Saya ucapkan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh jajaran Kejaksaan Agung yang telah gigih melawan korupsi, manipulasi, dan penyelewengan,” ujar Presiden Prabowo.

Presiden menegaskan, langkah tegas Kejaksaan Agung tersebut sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap lembaga penegak hukum.

Menurutnya, pemberantasan korupsi harus dijalankan secara berkelanjutan demi menjaga integritas bangsa dan keadilan sosial.

Penyerahan Rp 13 T Ekspor CPO Melibatkan Tiga Korporasi Besar

Sementara itu, Jaksa Agung ST Burhanuddin dalam laporannya menjelaskan, perkara korupsi ini melibatkan tiga korporasi besar, yakni Wilmar Group.

Kemudian, Musim Mas Group, dan Permata Hijau Group. Total kerugian perekonomian negara akibat praktik tersebut mencapai Rp17 triliun.

“Kejaksaan telah menuntut tiga grup korporasi besar. Dari total kerugian Rp17 triliun, hari ini kami serahkan Rp13,25 triliun kepada negara,” ungkap Burhanuddin.

Lebih lanjut, ia menjelaskan masih ada selisih sekitar Rp4,4 triliun yang akan diselesaikan melalui mekanisme penundaan pembayaran dengan jaminan aset perusahaan.

Ia menegaskan, pemulihan kerugian negara ini menjadi wujud nyata Kejaksaan Agung dalam menegakkan keadilan ekonomi untuk kemakmuran rakyat.

“Pemulihan kerugian negara adalah bentuk tanggung jawab kami untuk menjaga keadilan ekonomi. Semua ini ditujukan bagi kesejahteraan rakyat Indonesia,” tegas Burhanuddin.

Acara penyerahan tersebut menjadi momen penting yang menegaskan keseriusan pemerintah dalam memulihkan keuangan negara dan memperkuat tata kelola ekonomi nasional yang bersih.

Turut hadir dalam kegiatan itu, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Kemudian, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Panglima TNI Jenderal Agus Subianto, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *