banner 728x250

Penutupan Ratusan Kantor Bank, Empat Bank RI Lakukan Merger Besar

banner 120x600
banner 468x60

kondusif.inewsciamis.com/, Penutupan Ratusan Kantor Bank, Penutupan lebih dari 500 kantor cabang bank di seluruh Indonesia selama setahun terakhir mulai memunculkan dampak nyata di sektor perbankan.

Salah satunya adalah langkah merger empat bank perekonomian rakyat (BPR) yang kini resmi mendapat restu dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

banner 325x300

Keempat BPR tersebut adalah PT BPR Bina Sejahtera Insani (Binsani), PT BPR Rejeki Insani, PT BPR Dutabhakti Insani, dan PT BPR Bina Kharisma Insani.

Mereka akan bergabung ke dalam satu entitas baru dengan nama tetap BPR Binsani, yang berkedudukan di Karanganyar, Jawa Tengah.

Langkah merger ini tak bisa dilepaskan dari realitas terkini industri perbankan, di mana efisiensi dan digitalisasi menjadi keharusan.

Berdasarkan data OJK, total kantor bank di Indonesia menyusut drastis dari 24.243 unit pada Maret 2024 menjadi hanya 23.734 pada Maret 2025.

Artinya, berkurang sebanyak 509 kantor hanya dalam kurun waktu satu tahun.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menyebut bahwa penutupan tersebut merupakan bagian dari transformasi digital perbankan nasional.

“Akses layanan keuangan kini bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja. Maka, kantor cabang dengan volume transaksi rendah mulai ditinggalkan,” ujar Dian dalam keterangan tertulis, seperti dikutip dari CNBC Indonesia, dikutip, Selasa (17/6/2025).

Konsolidasi Diresmikan, BPR Binsani Jadi ‘Surviving Entity’

Penggabungan keempat BPR ini telah mendapatkan izin dari OJK melalui surat No. S-117/PB.02/2025 tertanggal 5 Juni 2025.

Dalam proses konsolidasi ini, BPR Binsani akan menjadi entitas penerima penggabungan.

BPR Rejeki Insani berasal dari Surakarta, BPR Dutabhakti Insani dari Blora.

Keduanya di Jawa Tengah, sementara BPR Bina Kharisma Insani berbasis di Sidoarjo, Jawa Timur.

Setelah merger, kantor pusat BPR Binsani akan berlokasi di Jalan Raya Palur Km. 5 No. 49, Palur, Karanganyar.

Struktur kepemilikan saham pasca-merger menunjukkan dominasi PT Insani Investama yang menggenggam 93% saham.

Sementara itu, Alex Iskandar Widjaja memiliki 5,67%, Hermingsih 0,33%, dan Koperasi Karyawan Insani sebesar 1%.

Susunan dewan komisaris dan direksi pun telah disiapkan.

Wymbo Widjaksono akan menjabat sebagai Komisaris Utama.

Didampingi oleh Mulyadi Utomo Budhi Moeljono serta dua komisaris independen, Hannanto dan Sutarjo.

Di jajaran direksi, Lay Yosafat Saputro memegang posisi Direktur Utama.

Ia dibantu oleh Johannes Handoko (Direktur Bisnis), Vivi Wibisono (Direktur Operasional), Retno Yulianingsih (Direktur SDM), dan Yakub Deny Haryanto (Direktur Kepatuhan).

Efisiensi & Digitalisasi Jadi Kata Kunci

Merger BPR ini mencerminkan arah baru sektor keuangan yang kini semakin menekankan efisiensi operasional dan pemanfaatan teknologi digital.

Penurunan jumlah kantor cabang tidak hanya mengurangi biaya, tetapi juga menjadi strategi adaptasi atas perubahan perilaku nasabah yang kini lebih memilih layanan daring ketimbang kunjungan fisik.

Meski berdampak pada sejumlah pegawai, OJK memastikan bahwa bank-bank yang terdampak telah melakukan pelatihan ulang dan realokasi tenaga kerja secara profesional.

“PHK massal tidak menjadi persoalan besar karena pelaksanaan hak-hak pekerja dilakukan sesuai ketentuan,” tambah Dian.

Langkah merger empat BPR ini diyakini akan memperkuat posisi keuangan dan operasional entitas baru.

Sekaligus menjadi contoh konsolidasi yang relevan di tengah gelombang transformasi digital sektor keuangan Indonesia.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *