Ciamis,kondusif.inewsciamis.com/,– Pengukuhan Nazir Wakaf Uang Puswada (Pusat Wakaf Sadhrul Maal) secara resmi digelar pada Selasa, 17 Juni 2025 di Gedung Nadhwatul Ummah, Pondok Pesantren Darussalam Ciamis. Acara ini menjadi tonggak baru dalam penguatan ekonomi umat berbasis wakaf uang.
Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, hadir langsung dan memberikan apresiasi tinggi kepada pimpinan Ponpes Darussalam atas inisiatif ini.
Ia menyampaikan bahwa kesuksesan gerakan wakaf sangat ditentukan oleh kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan yang profesional dan transparan.
“Komitmen masyarakat Ciamis terhadap solidaritas umat sudah terbukti, seperti saat penggalangan dana untuk Palestina yang berhasil mencapai Rp2,6 miliar,” ungkapnya.
Ia pun menegaskan bahwa pembangunan Masjid Raya Darussalam harus menjadi simbol gerakan wakaf produktif.
Dengan target rampung dalam dua tahun, Herdiat menyatakan kesiapan pemerintah daerah mendukung percepatan pembangunan.
Dalam kesempatan itu Herdiat juga menyerahkan sumbangan pribadi sebesar Rp50 juta untuk masjid tersebut.
“Gerakan wakaf uang bukan hanya tanggung jawab satu pihak, tetapi gerakan bersama yang membutuhkan partisipasi luas,” tambahnya.
Direktur Utama Puswada Darussalam, KH. Fadhlil Yani Ainus Syamsi, menjelaskan bahwa wakaf uang memiliki potensi besar dalam meningkatkan kesejahteraan umat.
Ia menyoroti pentingnya pengelolaan profesional dan berbasis regulasi syariah dan negara.
Seperti dijelaskan dalam Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 dan sejumlah peraturan Kementerian Agama.
Menurutnya, Puswada sendiri berhasil mengantongi SK dan izin operasional hanya dalam waktu tiga hingga empat minggu.
Jauh lebih cepat dari rata-rata waktu yang biasanya memakan 3–6 bulan.
Ia juga menjelaskan latar belakang istilah“Nazir Wakaf” dan“Puswada”yang berasal dari konsep pengelolaan wakaf sejak abad ke-2 Hijriyah.
Pembangunan Masjid Raya Jadi Program Utama Puswada Darussalam
Salah satu program unggulan yang akan diwujudkan adalah pembangunan Masjid Raya Darussalam senilai Rp8,25 miliar, di atas tanah wakaf yang telah tersedia lengkap dengan gambar perencanaan.
Dukungan terhadap Puswada juga datang dari berbagai pihak. Deni Cahyadi, Manajer Bank Syariah Indonesia.
Deni menyatakan siap menjadi mitra pengelolaan dana wakaf dan mengajak masyarakat menjadikan wakaf sebagai gaya hidup produktif yang berpahala jangka panjang.
Sementara itu, Direktorat Zakat dan Wakaf Kementerian Agama Ciamis menyambut baik berdirinya Puswada.
Sebagai satu-satunya lembaga ekonomi syariah yang mengelola wakaf uang di kabupaten ini.
Mereka mendorong ASN serta masyarakat umum agar turut berkontribusi memperkuat gerakan wakaf yang berdampak luas secara sosial dan ekonomi.
Pengukuhan Nazir Wakaf Uang Puswada Topang Pendidikan Islam
Pengasuh Ponpes Darussalam, Fadhlil Munawar, menyebut berdirinya Puswada sebagai inisiatif strategis yang akan menopang pendidikan Islam dan pembangunan fasilitas ibadah umat.
“Masjid Raya Darussalam akan menjadi tempat yang aman dan nyaman untuk ibadah dan belajar, bukan hanya bagi santri, tapi juga masyarakat luas,” tuturnya.
Prof. Yudi Krisnanati, Dewan Pakar IZMI Pusat sekaligus alumnus kehormatan Darussalam, menyampaikan rasa syukur atas lahirnya Puswada.
Ia mengajak puluhan ribu alumni Darussalam di seluruh Nusantara untuk mendukung lembaga ini.
“Selamat atas diluncurkannya Puswada. Mari kita semua ambil bagian,” katanya.
Ucapan selamat juga datang dari Forum Silaturahmi Ponpes Ciamis dan MUI Ciamis.
Keduanya melihat Puswada sebagai pilar ekonomi Islam baru yang akan memperkuat peradaban dan amal jariyah umat.
Ahmad Subai dari Badan Wakaf Indonesia menambahkan bahwa pengukuhan ini patut dijadikan contoh pengelolaan wakaf yang benar, profesional, dan bertanggung jawab.
Sebagai catatan, pengalaman menunjukkan bahwa banyak aset wakaf terkendala oleh masalah administrasi yang lemah.
Oleh karena itu, sistem pengelolaan yang rapi dan terstruktur seperti Puswada sangat penting agar potensi wakaf dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi umat.


















