Ciamis, Kondusif – Pengukuhan Dewan Kebudayaan Kabupaten Ciamis periode 2024-2029 berlangsung khidmat di Aula Pusat Budaya Karangkamulyan.
Acara ini dipimpin langsung oleh Penjabat (PJ) Bupati Ciamis dan disaksikan oleh unsur Forkopimda, seluruh kepala OPD, camat, kepala Desa Karangkamulyan, serta berbagai elemen masyarakat.
Dewan Kebudayaan merupakan lembaga non-struktural yang menjadi mitra strategis Dinas Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Ciamis.
Lembaga ini lahir dari amanah Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan, dengan fokus pada berbagai aspek kebudayaan.
Sinergi untuk Pemajuan Kebudayaan
Dalam menjalankan tugasnya, Dewan Kebudayaan tidak bisa bekerja sendiri.
Sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan, baik di tingkat pusat, provinsi, maupun kabupaten, sangat diperlukan agar kebijakan dan regulasi yang diterapkan dapat mendukung pemajuan kebudayaan secara optimal.
“Kekayaan budaya dalam bentuk apapun membutuhkan advokasi kebijakan agar tidak salah kaprah,” ujar salah satu pengurus Dewan Kebudayaan, Aep Supryadi, S.I.P. Jumat, 31 Januari 2025.
Selain itu, dukungan kelembagaan, regulasi, finansial, dan ekosistem penunjang menjadi faktor penting dalam mewujudkan visi pemajuan kebudayaan.
Perlu adanya pemikiran inovatif serta strategi yang matang agar kebijakan kebudayaan dapat berjalan efektif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Menjaga Tradisi dan Berinovasi
Dewan Kebudayaan tidak hanya berperan dalam menggelar acara budaya secara seremonial, tetapi juga bertanggung jawab menggali dan mengembangkan kembali potensi nilai budaya serta kearifan lokal.
Warisan budaya Galuh harus mendapat penjagaan, sekaligus pengebangan dengan inovasi yang relevan dengan perkembangan zaman.
“Dewan Kebudayaan harus menjadi penjaga tradisi budaya warisan leluhur, tetapi juga mampu melakukan inovasi dan kreasi budaya baru yang lebih baik,” tambah Aep Supryadi.
Budaya sebagai Benteng Nilai Kemanusiaan
Dalam diskursus kebudayaan, tata nilai menjadi dasar utama yang harus mendapat penguatan.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi harus tetap berlandaskan pada nilai-nilai kemanusiaan agar tidak mengancam eksistensi manusia itu sendiri.
“Budaya merupakan perangkat nilai basyariah yang mempertahankan manusia dari kepunahan,” ungkap Aep.
Kemajuan suatu peradaban tidak boleh lepas dari tata nilai humanis yang menjamin keselamatan dan keseimbangan hidup manusia.
Oleh karena itu, budaya harus menjadi elemen penting dalam pembangunan daerah.
Galuh: Warisan Filsafat dan Pemikiran Bijak
Galuh bukan sekadar entitas pemerintahan monarki di masa lalu, melainkan simbol kebijaksanaan yang menjadi warisan dalam berbagai bentuk.
Nilai-nilai kehidupan dari para leluhur Galuh tersimpan dalam kidung, mantra, peribahasa, pemikiran filsafat, artefak, manuskrip kuno, dan adat istiadat.
Dengan memegang teguh nilai-nilai kebudayaan ini, semoga Dewan Kebudayaan Kabupaten Ciamis menjadi garda terdepan dalam menjaga dan mengembangkan pemikiran kebudayaan demi kemajuan dan kemaslahatan masyarakat.

















Respon (0)