Ciamis,kondusif.inewsciamis.com/– Penemuan Bayi Panawangan,– Suasana subuh di Dusun Cigobang, Desa Panawangan, Kecamatan Panawangan, Kabupaten Ciamis mendadak gempar. Seorang warga menemukan bayi perempuan dalam keadaan hidup di dalam Mushola Al Ibrahim, Sabtu (4/10/2025) sekitar pukul 04.30 WIB.
Penemuan menggetarkan hati ini bermula ketika Kicun Sunana (65), warga setempat, hendak menunaikan salat subuh.
Ia dikejutkan oleh suara lirih tangisan bayi dari dalam mushola.
Setelah didekati, betapa terkejutnya Kicun mendapati seorang bayi mungil terbaring di dalam kardus, mengenakan pakaian dan pampers.
“Bayi itu tampak sehat, mungkin baru satu atau dua hari dilahirkan. Tali pusarnya sudah diikat dan mulai mengering,” ujar salah satu warga di lokasi kejadian.
Namun ada hal mencurigakan. Di paha kiri bayi itu ditemukan bekas suntikan.
Memunculkan dugaan bahwa sang bayi sempat mendapat perawatan medis sebelum ditinggalkan.
Tak butuh waktu lama, warga segera melapor ke Polsek Panawangan.
Petugas kepolisian langsung datang ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan olah TKP dan mengamankan barang bukti.
Situasi di lokasi berjalan kondusif berkat kerja sama warga dengan pihak kepolisian.
Kapolres Ciamis AKBP H. Hidayatullah, S.H., S.I.K., melalui Kapolsek Panawangan IPTU Hendra Widiyanto, S.E., M.Si., membenarkan adanya penemuan bayi tersebut.
Ia menegaskan pihaknya telah memulai penyelidikan guna mengungkap identitas dan motif pelaku penelantaran.
“Kami akan menelusuri setiap petunjuk dari bukti-bukti di lokasi serta keterangan saksi-saksi. Fokus utama kami adalah memastikan keselamatan bayi dan menemukan siapa orang tuanya,” tegas IPTU Hendra Widiyanto.
Bayi perempuan itu kini sudah mendapatkan perawatan medis di fasilitas kesehatan terdekat, dalam kondisi stabil dan sehat.
Selanjutnya, bayi akan diserahkan ke instansi terkait untuk penanganan lebih lanjut.
Polsek Panawangan mengimbau kepada masyarakat yang memiliki informasi sekecil apa pun mengenai kejadian ini untuk segera melapor.
“Kerja sama warga sangat kami harapkan agar kasus ini segera terungkap,” tambah IPTU Hendra.


















